SAMARINDA — Rencana aksi demonstrasi besar di Kalimantan Timur pada 21 April 2026 mulai mengerucut. Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyatakan tengah mematangkan persiapan unjuk rasa yang akan dipusatkan di Kantor DPRD Provinsi Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.
Aliansi menargetkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Kaltim. Hingga kini, sedikitnya 4.075 orang disebut telah mendaftar untuk ikut serta. Dua posko koordinasi juga telah didirikan di kawasan simpang Lembuswana, Samarinda, sebagai pusat konsolidasi menjelang aksi.
Kepolisian menyatakan telah memantau perkembangan rencana tersebut. Kepala Kepolisian Resor Kota Samarinda, Hendri Umar, mengatakan pengamanan akan disiapkan untuk memastikan aksi berjalan tertib.
“Untuk demo tanggal 21, kami sudah melakukan monitoring. Kepolisian akan memberikan pengamanan agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif,” kata Hendri di Mapolresta Samarinda, Senin, 13 April 2026.
Ia mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai. Polisi juga membuka kemungkinan penambahan personel jika jumlah massa meningkat, termasuk melibatkan satuan dari Polda Kalimantan Timur seperti Dalmas dan Brigade Mobil.
Di pihak penyelenggara, Koordinator Lapangan Erly Sopiansyah menegaskan aksi tersebut bukan gerakan yang ditunggangi kepentingan tertentu. Ia menyebut demonstrasi lahir dari keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah provinsi.
“Ini bukan gerakan tiba-tiba. Ini suara dari bawah, dari masyarakat yang merasa tidak didengar,” ujar Erly.
Aliansi mengusung sejumlah isu dalam aksi tersebut, antara lain dugaan nepotisme, praktik dinasti politik, serta kebijakan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik.












