SAMARINDA — Dugaan praktik peredaran tiket ilegal mewarnai laga panas antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda. Polresta Samarinda mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam penjualan tiket bermasalah yang memicu kericuhan di sejumlah pintu masuk stadion.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, mengungkapkan kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan adanya kekacauan di area gate stadion saat pertandingan berlangsung, Selasa (12/5/2026).
Sejumlah penonton diketahui tidak dapat masuk meski telah memegang tiket. Setelah dilakukan pengecekan, tiket yang mereka gunakan ternyata tidak sesuai dengan gate yang ditentukan panitia.
“Paling banyak ditemukan tiket bermasalah dengan penanda warna hitam yang digunakan di gate 17 dan gate 19,” kata Agus.
Situasi tersebut menyebabkan antrean panjang hingga aksi saling dorong di area masuk stadion. Aparat kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tiket-tiket yang digunakan penonton.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ada praktik pencetakan ulang tiket yang kemudian diedarkan kembali kepada masyarakat pada hari pertandingan.
“Ada dugaan tiket dicetak ulang lalu dijual kembali kepada penonton,” ujarnya.
Polisi menyebut dua orang yang diamankan diduga berperan sebagai koordinator lapangan yang mengatur distribusi tiket kepada pihak lain untuk diperjualbelikan di sekitar stadion. Sementara dua orang lainnya diduga bertugas menjual tiket kepada calon penonton.
“Hasil sementara menunjukkan adanya koordinasi beberapa pihak dalam penjualan tiket tersebut kepada masyarakat,” jelas Agus.
Dalam pengungkapan itu, petugas menyita sekitar 120 lembar tiket yang diduga ilegal. Sebagian tiket disebut telah lebih dulu terjual sebelum diamankan polisi.
Selain mengamankan tiket, penyidik kini masih mendalami asal-usul percetakan tiket yang diduga digunakan secara tidak sah.
“Kami masih menelusuri dari mana tiket itu dicetak, sehingga belum bisa menyimpulkan siapa saja pihak yang terlibat,” katanya.
Empat orang yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Samarinda. Polisi juga membuka peluang adanya tersangka lain jika ditemukan keterlibatan pihak tambahan dalam jaringan penjualan tiket ilegal tersebut.
“Kasus ini masih terus kami kembangkan dan dalami,” pungkasnya.












