SAMARINDA – Aksi perampokan disertai penganiayaan menggemparkan warga Jalan Bengkuring Raya, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Dua perempuan yang tengah terlelap tidur di dalam sebuah rumah toko (ruko) diserang pria bertopeng yang diduga masuk melalui pintu samping yang tidak terkunci.
Pelaku diduga menyelinap ke dalam bangunan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 03.30 Wita dengan tujuan menggasak barang berharga milik penghuni. Namun, aksinya dipergoki korban hingga berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam.
Kanit Reskrim Polsekta Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi kini mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku.
“Kasusnya masih kami dalami. Saat ini penyelidikan masih terus berjalan,” ujarnya.
Peristiwa bermula ketika salah seorang korban, Happy (32), terbangun karena mendengar suara mencurigakan dari dalam bangunan. Saat membuka mata, ia mendapati seorang pria tak dikenal yang mengenakan jumper dan masker telah berada di dalam kamar.
Korban yang hendak berteriak langsung dibekap mulutnya. Pelaku juga mengancam menggunakan sebilah pisau agar korban tidak melakukan perlawanan.
Namun, Happy tetap berusaha melawan. Keributan itu membangunkan seorang perempuan lain yang berada di kamar yang sama. Bukannya melarikan diri, pelaku justru membabi buta menyerang kedua korban menggunakan senjata tajam sebelum akhirnya kabur.
“Korban sempat memberikan perlawanan sehingga pelaku melakukan penganiayaan, lalu kabur dari lokasi,” kata Dedi.
Usai pelaku melarikan diri, korban memeriksa barang-barang miliknya. Mereka mendapati uang tunai sekitar Rp400 ribu yang tersimpan di dalam dompet telah raib. Hingga kini, polisi belum menemukan adanya barang berharga lain yang ikut dibawa pelaku.
Hasil olah tempat kejadian perkara juga mengungkap tidak adanya bekas pembongkaran pada pintu maupun jendela ruko. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa pelaku masuk dengan memanfaatkan pintu samping yang saat itu tidak terkunci.
“Dugaan sementara akses masuk melalui pintu samping karena tidak ditemukan bekas pembongkaran. Kemungkinan lain memang ada, tetapi cukup sulit dilakukan,” ungkap Dedi.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Meski demikian, berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pelaku.
“Untuk sementara indikasinya satu pelaku, tetapi masih kami dalami,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Rahmad Ari Bowo, memastikan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap proses pengungkapan kasus tersebut. Tim Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda telah diterjunkan untuk membantu penyelidikan yang dilakukan Polsekta Sungai Pinang.
“Tim Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda kami kerahkan untuk membackup proses penyelidikan yang dilakukan Polsekta Sungai Pinang, sehingga pengungkapan kasus ini bisa dilakukan secepatnya,” ujar Rahmad.
Saat ini aparat kepolisian masih memburu pelaku dengan menelusuri jejaknya melalui keterangan para saksi, rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta sejumlah barang bukti yang telah diamankan.
“Kami terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh alat bukti agar identitas pelaku maupun motif di balik perampokan ini segera terungkap. Kami berharap pelaku dapat segera diamankan,” pungkas Dedi.












