Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Sri Juniarsih: Jangan Sekadar Jadi Suguhan, Wingko Babat Harus Dikemas Modern dan Jadi Ikon UMKM Berau

ZonaTV
319
×

Sri Juniarsih: Jangan Sekadar Jadi Suguhan, Wingko Babat Harus Dikemas Modern dan Jadi Ikon UMKM Berau

Sebarkan artikel ini
9b9ec003 1059 4b8e 8cca bf3208811518

TANJUNG REDEB – Tekanan efisiensi anggaran tak membuat Pemerintah Kabupaten Berau berhenti mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah keterbatasan fiskal, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (Ekraf) justru diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi yang harus terus diperkuat.

Namun, upaya tersebut dinilai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas dan paguyuban, didorong mengambil peran nyata dengan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing.

Pesan itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat menghadiri pengukuhan pengurus Persela, Sabtu (25/4/2026) malam. Di sela kegiatan, perhatian bupati tertuju pada salah satu sajian khas Jawa yang disuguhkan kepada tamu, yakni Wingko Babat. Menurutnya, makanan tradisional tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM.

“Seperti malam ini saya lihat ada suguhan khas dari Jawa yakni Wingko Babat. Itu sangat menarik jika diseriusi. Silakan dibuat kemasan yang menarik supaya bisa juga dijual secara luas, bukan sekadar suguhan. Itu sudah menghidupkan UMKM,” ujarnya.

Sri Juniarsih menilai Berau memiliki modal besar untuk melahirkan produk-produk bernilai ekonomi. Tidak hanya kaya akan sumber daya alam, daerah ini juga memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan mampu menghasilkan produk berkualitas apabila dibina dengan baik.

Ia mencontohkan, berbagai produk UMKM Berau saat ini mulai mendapat tempat di pasar yang lebih luas, bahkan telah dikenal hingga pasar internasional. Karena itu, inovasi dalam pengemasan dan pemasaran menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing.

“Buat packaging yang bagus dan menarik dengan brand ‘Wingko Babat Asli Berau’, pasti akan bisa dijual di pasaran,” katanya.

Wingko Babat sendiri merupakan salah satu kuliner tradisional Indonesia yang terbuat dari campuran kelapa muda, tepung beras ketan, dan gula. Kue khas yang identik dengan wilayah Pantai Utara Pulau Jawa ini selama ini dikenal luas sebagai oleh-oleh khas Jawa.

Menurut Sri Juniarsih, peluang pasar bagi produk tersebut di Berau sangat terbuka. Selain jumlah warga keturunan Jawa yang cukup besar, arus wisatawan dari Pulau Jawa yang terus datang ke Berau juga menjadi potensi pasar yang menjanjikan.

Karena itu, ia berharap keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarsesama warga, tetapi juga mampu berkembang menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus melahirkan pelaku-pelaku UMKM baru.

“Dengan adanya paguyuban-paguyuban ini bisa menjadi sarana pengembangan SDM dan UMKM-nya juga. Itu juga menjadi salah satu bentuk kontribusi ke tempat yang Anda tinggali saat ini. Bersama-sama memajukan Berau,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan