Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauBeritaGaya HidupKaltim

Cegah Penumpukan Sampah di TPS, DLHK Berau Intensifkan Pengangkutan Dua Kali Setiap Hari

ZonaTV
8
×

Cegah Penumpukan Sampah di TPS, DLHK Berau Intensifkan Pengangkutan Dua Kali Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
671bf46f img 20260219 wa0000

BERAU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau terus mengoptimalkan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan. Salah satu langkah yang diterapkan yakni pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebanyak dua kali sehari sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Berau, Irwadi, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan guna mencegah penumpukan sampah di bak penampungan armroll yang hingga kini masih menjadi fasilitas utama masyarakat untuk membuang sampah.

“Untuk mengantisipasi penumpukan sampah di TPS, pengangkutan kami lakukan rutin dua kali sehari. Saat ini TPS masih menjadi andalan karena belum tersedia fasilitas pengolahan sampah skala besar seperti TPS 3R di kawasan permukiman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

Selain meningkatkan intensitas pengangkutan, DLHK Berau juga berencana menambah jumlah bak armroll di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut dinilai penting mengingat volume sampah masyarakat terus meningkat, sementara kapasitas fasilitas yang tersedia masih terbatas.

Dalam menentukan lokasi penempatan bak sampah baru, DLHK berkoordinasi dengan pihak kelurahan, RT, hingga bagian aset pertanahan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan lokasi penempatan tidak mengganggu estetika kota maupun kenyamanan warga sekitar.

“Kami memprioritaskan penggunaan lahan aset pemerintah. Karena itu koordinasi dengan lurah dan RT sangat diperlukan agar penempatan bak sampah sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak menimbulkan keberatan dari warga,” jelasnya.

Irwadi menegaskan, penanganan persoalan sampah tidak dapat hanya bergantung pada penambahan fasilitas. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah dari tingkat rumah tangga menjadi faktor penting dalam menekan volume sampah yang masuk ke TPS.

DLHK Berau pun terus mendorong edukasi terkait pemilahan sampah mandiri, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan bank sampah untuk sampah yang memiliki nilai ekonomi.

“Jika sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah yang masih bernilai disalurkan ke bank sampah, maka jumlah sampah yang dibuang ke TPS bisa berkurang secara signifikan,” katanya.

Terkait keluhan masyarakat mengenai aroma tidak sedap dari bak sampah terbuka, Irwadi menjelaskan bahwa secara teknis bak armroll idealnya dilengkapi penutup. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian masyarakat enggan membuka penutup bak sehingga sampah justru dibuang di luar tempat penampungan.

“Kami sebenarnya memiliki bak sampah tertutup, seperti yang ditempatkan di dekat Polres. Namun dalam praktiknya, masih banyak warga yang memilih membuang sampah di luar bak karena enggan membuka penutupnya. Karena itu, saat ini kami lebih banyak menggunakan bak terbuka menyesuaikan kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan