Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Berau Tembus Tiga Besar Penanganan Stunting di Kaltim, Gamalis: Jangan Terlena, Target 14,4 Persen Harus Tercapai

ZonaTV
240
×

Berau Tembus Tiga Besar Penanganan Stunting di Kaltim, Gamalis: Jangan Terlena, Target 14,4 Persen Harus Tercapai

Sebarkan artikel ini
Property Of Zona Nyaman Indonesia
Property Of Zona Nyaman Indonesia

TANJUNG REDEB – Keberhasilan Kabupaten Berau menembus tiga besar daerah dengan kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur belum membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut dijadikan pemacu semangat untuk terus menekan angka stunting hingga melampaui target yang telah ditetapkan.

Wakil Bupati Berau yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Berau, Gamalis, menegaskan bahwa posisi Berau saat ini bukanlah garis akhir. Menurutnya, masih dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak agar prevalensi stunting terus menurun.

“Jangan terlena. Justru kita harus lebih semangat agar angka stunting di Berau ini bisa terus turun, bahkan melebihi target nasional. Barulah itu bisa menjadi kebanggaan bagi Berau,” ujar Gamalis.

Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,4 persen pada 2029. Target tersebut masih memerlukan upaya besar mengingat berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Berau masih berada di angka 23,4 persen, atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Gamalis menegaskan, berbagai langkah strategis terus dipercepat agar target tersebut dapat tercapai tepat waktu.

“Pemkab Berau terus memacu langkah strategis guna menekan angka stunting hingga mencapai target 14,4 persen pada tahun 2029 mendatang. Kita harus optimis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) telah menetapkan sasaran prevalensi stunting hanya 5 persen pada 2045, sehingga seluruh daerah dituntut mempercepat berbagai intervensi.

Selain itu, rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data SIGIZI KESGA 2025, jumlah balita di Kabupaten Berau mencapai 23.105 anak, namun balita yang telah diukur pertumbuhannya baru 40,06 persen.

Menurut Gamalis, kondisi tersebut menunjukkan kunjungan ke Posyandu masih perlu ditingkatkan agar pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara optimal.

“Ini artinya kunjungan balita ke Posyandu masih rendah dan harus kita tingkatkan untuk memantau tumbuh kembang mereka, sekaligus memastikan anak-anak kita bebas stunting,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi peningkatan kinerja Kabupaten Berau dalam penanganan stunting. Berdasarkan evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Berau yang sebelumnya berada di peringkat ke-10 dengan nilai 94 poin, berhasil melonjak ke peringkat ketiga pada 2025 dengan capaian 100 persen dalam penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Dengan angka itu, hari ini kita di posisi ketiga. Kita kejar dalam waktu beberapa tahun. Dalam proses input hasilnya kita ada di tiga besar tahun 2025 setelah Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara,” katanya.

Ia menilai lonjakan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mulai membuahkan hasil.

“Ini menjadi apresiasi bagi kita semua untuk terus semangat. Sebelumnya peringkat stunting Berau ada di posisi 10 atau paling bawah se-Kalimantan Timur,” tambahnya.

Gamalis optimistis, dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Berau tidak hanya mampu menurunkan prevalensi stunting secara signifikan, tetapi juga berpeluang menjadi daerah dengan kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan