Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauBeritaPariwisata

Transportasi Umum Sebatas Wacana, Jelajah Wisata Biduk-Biduk Belum Efisien

ZonaTV
10
×

Transportasi Umum Sebatas Wacana, Jelajah Wisata Biduk-Biduk Belum Efisien

Sebarkan artikel ini

B

a837a8ea fc3f 4c01 96e5 991e27b3c591
foto :Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir (IST)

BERAU — Akses transportasi umum yang terbatas antar destinasi wisata di Biduk-Biduk masih menjadi tantangan bagi wisatawan. Hingga kini, mayoritas pengunjung harus mengandalkan kendaraan pribadi atau layanan travel untuk menjangkau berbagai lokasi wisata di kawasan tersebut.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, menyebutkan bahwa wisatawan umumnya sudah menyiapkan moda transportasi sebelum berangkat. Mereka datang dari Tanjung Redeb maupun daerah lain di Kalimantan Timur seperti Bontang dan Kutai Timur dengan kendaraan sendiri.

Selain itu, sebagian wisatawan juga memilih menggunakan jasa biro perjalanan yang menyediakan paket wisata lengkap, termasuk transportasi menuju destinasi. Kondisi ini membuat aktivitas kunjungan ke Biduk-Biduk tetap berjalan relatif lancar, meski belum ditopang sistem transportasi umum yang memadai.

“Sebagian besar wisatawan memang sudah menyiapkan transportasi sendiri atau melalui travel. Untuk transportasi umum, saat ini masih sebatas rencana,” ujar Samsiah, Jumat (1/5/2026).

Namun demikian, ia menegaskan kebutuhan transportasi umum, khususnya antar destinasi wisata, menjadi hal yang perlu segera mendapat perhatian. Ketersediaan angkutan terintegrasi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan wisatawan.

Sebagai contoh, perjalanan dari Biduk-Biduk ke Teluk Sumbang memakan waktu sekitar satu jam. Artinya, wisatawan perlu mengalokasikan waktu hingga dua jam untuk perjalanan pulang-pergi. Tanpa dukungan transportasi yang terintegrasi, kondisi ini dinilai kurang efisien, terutama bagi wisatawan dengan waktu kunjungan terbatas.

Ke depan, Disbudpar Berau berencana berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna mengkaji kemungkinan penyediaan transportasi khusus wisata. Skema yang dipertimbangkan antara lain menghadirkan angkutan dengan rute tetap yang menghubungkan antar destinasi.

Menurut Samsiah, kehadiran transportasi khusus wisata tidak hanya akan mempermudah mobilitas pengunjung, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan wisatawan ke Biduk-Biduk dan sekitarnya.

“Ini akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan, apakah memungkinkan ada tambahan armada khusus wisata yang melayani rute antar destinasi seperti Biduk-Biduk ke Teluk Sumbang. Harapannya, akses wisata menjadi lebih mudah,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan