Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Pemkab Berau Mantapkan TP2DD dan TPAKD, Transformasi Digital Jadi Kunci Transparansi dan Peningkatan PAD

ZonaTV
34
×

Pemkab Berau Mantapkan TP2DD dan TPAKD, Transformasi Digital Jadi Kunci Transparansi dan Peningkatan PAD

Sebarkan artikel ini
bf4670e5 67f6 4b10 bc17 5c650ea10a2f
foto: Bupati berau bersama Wabup (AF-Zona)
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mempercepat langkah menuju tata kelola keuangan daerah yang modern dan berbasis digital. Upaya ini ditegaskan dalam High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang dirangkaikan dengan sejumlah agenda penting, mulai dari penyerahan SPPT-P2 Tahun 2026, peluncuran Agen Bankaltimtara (Laku Pandai), hingga peresmian aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (Sipandu). Kegiatan tersebut berlangsung di SM Tower Hotel and Convention, Senin (15/6/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis, Direktur Utama Bankaltimtara Romy Wijayanto, Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Deputi Bank Indonesia Kalimantan Timur, serta jajaran pejabat daerah hingga para camat, lurah, dan kepala kampung.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan strategi utama dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus memperkokoh kemandirian fiskal daerah. Ia menekankan bahwa optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) harus dilakukan secara berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pajak daerah adalah tulang punggung pembangunan. Dari sinilah pembiayaan infrastruktur, layanan publik, hingga berbagai program kesejahteraan masyarakat dapat dijalankan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan fiskal yang semakin kompleks, sehingga pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan, termasuk dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta retribusi daerah lainnya.

Menurutnya, keberhasilan peningkatan pendapatan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Peran lurah, kepala kampung, hingga ketua RT dinilai sangat penting sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pajak.

“Target yang kita hadapi tidak ringan. Karena itu, sinergi menjadi kunci agar pendapatan daerah meningkat dan pembangunan dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menjelaskan bahwa berbagai inovasi terus dilakukan untuk mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Salah satunya melalui aplikasi Sipandu yang menghadirkan layanan terpadu berbasis digital, termasuk penggunaan karcis elektronik.

Ia menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya mempermudah layanan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Dengan Sipandu, pelayanan menjadi lebih cepat, lebih mudah diakses, dan lebih transparan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Berau juga menyerahkan SPPT-P2 Tahun 2026 kepada para lurah dan kepala kampung sebagai langkah awal optimalisasi penerimaan pajak daerah. Tahun ini, sebanyak 80.982 lembar SPPT-P2 diterbitkan dengan target pendapatan sebesar Rp7,5 miliar.

Sebagai bentuk insentif bagi masyarakat, pemerintah daerah juga memberikan pengurangan pokok PBB-P2, yakni diskon 10 persen untuk pembayaran pada Juni–Juli 2026, serta 5 persen untuk pembayaran pada Agustus–September 2026.

Dengan berbagai langkah ini, Pemkab Berau berharap transformasi digital tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga benar-benar menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan