Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Hujan Tak Kunjung Turun, Pemkab Berau Perkuat Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla

ZonaTV
8
×

Hujan Tak Kunjung Turun, Pemkab Berau Perkuat Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
ab088fd0 img 20260819 wa0066
Foto: Istimewa

TANJUNG REDEB – Di tengah cuaca panas dan kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat menggelar Sholat Istisqa serta istighosah untuk memohon turunnya hujan.

Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat Berau di tengah kondisi kemarau yang tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau Gamalis, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Kepala Kejaksaan Negeri Berau Reopan Saragih, Ketua TP PKK Berau Sri Aslinda Gamalis, Ketua Dekranasda Berau Edy Suswanto, jajaran kepala OPD, personel TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa. Selanjutnya, jamaah melaksanakan salat berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Pembina Yayasan Maula Arsyeh Al Islamiyah sekaligus Majelis Rotibul Haddad, Habib Jamaludin Fahmi Al-Jufri.

Dalam ceramahnya, Habib Jamaludin menyampaikan bahwa Sholat Istisqa merupakan momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Berau.

“Tujuan kita berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan Sholat Istisqa dan istighosah, bermunajat dan berdoa memohon pertolongan Allah SWT agar berkenan menurunkan hujan rahmat-Nya, khususnya di Kabupaten Berau yang kita cintai ini,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi panas berkepanjangan dan kekeringan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan sejumlah dampak, termasuk munculnya kebakaran di beberapa lokasi yang hingga kini membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT.

“Kekeringan, panas yang berkepanjangan dan musibah kebakaran yang kita rasakan saat ini menjadi ibrah, pelajaran dan pengingat bagi kita semua untuk kembali ke jalan Allah SWT,” katanya.

Habib Fahmi menekankan bahwa doa memohon hujan perlu dibarengi dengan upaya memperbaiki diri, menjalankan perintah agama, serta meninggalkan berbagai larangan Allah SWT.

Ia juga mengingatkan agar musibah yang terjadi tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, melainkan sebagai bahan evaluasi bersama.

“Jika ada bencana atau musibah, kita harus introspeksi diri masing-masing. Jangan menyalahkan keadaan, pemerintah, perorangan atau pihak lainnya. Kita jadikan ini sebagai pengingat atas kesalahan dan kekhilafan yang mungkin kita lakukan,” tuturnya.

Selain itu, masyarakat diajak memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan dan kekhilafan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, serta melakukan tobat dengan sungguh-sungguh.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh jamaah memanjatkan harapan agar hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan di Kabupaten Berau.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan sekaligus meningkatnya ancaman karhutla.

Menurutnya, penanganan kondisi tersebut tidak cukup hanya melalui langkah teknis pemerintah bersama unsur terkait. Dukungan masyarakat serta ikhtiar spiritual juga dinilai penting untuk menghadapi situasi yang terjadi.

“Kita tentu berharap melalui ikhtiar bersama ini, Allah SWT memberikan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kabupaten Berau. Di tengah kondisi panas dan kekeringan yang kita hadapi, kita harus tetap berusaha, berdoa dan saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan,” ujar Sri.

Bupati juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan serta kesadaran masyarakat agar risiko kebakaran dan dampak kekeringan dapat ditekan.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin bersyukur, menjaga alam dan memperkuat kepedulian. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah penanganan, namun dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat juga sangat penting,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan