Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Kaltara

Kabut Asap Makin Pekat di Tanjung Selor, Warga Keluhkan Jarak Pandang dan Gangguan Pernapasan

ZonaTV
13
×

Kabut Asap Makin Pekat di Tanjung Selor, Warga Keluhkan Jarak Pandang dan Gangguan Pernapasan

Sebarkan artikel ini
c985e35e img 20260831 wa0008
Foto: Pengendar Bermotor mulai menggunakan masker dalam pencegahan kabut asap di Tanjung Selor(Rdi)

TANJUNG SELOR – Kabut asap yang menyelimuti Tanjung Selor dan sejumlah wilayah di sekitarnya semakin mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas warga, terutama pengguna kendaraan roda dua, lantaran jarak pandang yang terbatas serta asap yang membuat mata terasa perih dan mengganggu pernapasan.

Salah satu warga yang merasakan langsung dampaknya adalah Diana Ananda, warga Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Setiap hari, Diana harus menempuh perjalanan dari Teras Baru menuju Tanjung Selor untuk bekerja.

Di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat, perjalanan tersebut kini terasa lebih berat. Selain jarak rumah dan tempat kerjanya yang cukup jauh, Diana juga harus ekstra berhati-hati saat mengendarai sepeda motor karena jarak pandang mulai terbatas.

“Cukup berat, soalnya penglihatan saya saat mengendarai motor kurang nyaman dan perih terkena kabut asap,” ungkap Diana.

Tak hanya mengganggu jarak pandang, kabut asap juga mulai dirasakan berdampak terhadap kondisi kesehatan. Diana mengaku terkadang mengalami kesulitan bernapas ketika berada di tengah kepungan asap.

“Saya merasa kadang-kadang pernapasan mulai terhambat terkena kabut asap,” ujarnya.

Diana berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kondisi tersebut. Menurutnya, kabut asap yang semakin menebal dapat membahayakan masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Kalimantan Utara pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Hujan ringan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

Faktor atmosfer skala global seperti ENSO, IOD, dan MJO saat ini disebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di Kalimantan Utara. Namun, belokan angin dan konvergensi masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal.

Di sisi lain, kondisi titik panas menjadi perhatian. Perkiraan BMKG menunjukkan terdapat 3.003 deteksi hotspot di Kalimantan Utara, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Bulungan dan Malinau. Kedua wilayah tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 93 persen dari total deteksi titik panas.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan Bulungan, Agus Suryanto, mengatakan tingginya jumlah hotspot perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan konsentrasi asap apabila terdapat kebakaran di lapangan.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama karena dapat berkontribusi terhadap peningkatan asap apabila terdapat kebakaran di lapangan,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, kondisi tersebut juga tercermin dari hasil pengamatan cuaca di WAQD. Asap (FU) terpantau cukup persisten, sementara kondisi angin umumnya lemah hingga tenang (calm). Dalam kondisi tersebut, jarak pandang berada pada kisaran 2–4 kilometer.

Bahkan pada malam hari, jarak pandang sempat mengalami penurunan drastis hingga sekitar 500 meter. Kondisi itu disertai kabut (FG) yang terbentuk akibat kombinasi asap, angin yang tenang, serta tingginya kelembapan udara.

“Pada malam hari, jarak pandang sempat turun hingga 500 meter dan disertai kabut (FG), akibat kombinasi asap, angin yang tenang, serta kelembapan udara yang tinggi,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, BMKG Tanjung Harapan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan kualitas udara dan jarak pandang, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot yang tinggi.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi kabut asap ini pun menjadi perhatian serius, khususnya bagi warga yang setiap hari harus beraktivitas di luar rumah. Selain mengganggu mobilitas, penurunan jarak pandang dan kualitas udara juga berpotensi meningkatkan risiko bagi kesehatan maupun keselamatan pengguna jalan.(Rdi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan