Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Kaltara

Sempat Viral, Pelajar Desa Teras Nawang Terpaksa Berenang Pulang Sekolah, Begini Tanggapan Bupati Bulungan

ZonaTV
10
×

Sempat Viral, Pelajar Desa Teras Nawang Terpaksa Berenang Pulang Sekolah, Begini Tanggapan Bupati Bulungan

Sebarkan artikel ini
82db6951 img 20260826 wa0029
Foto: Pendangkalan di desa Teras Nawang yang menjadi hambat anak sekolah saat pulang dan pergi turun sekolah(Rdi)

TANJUNG SELOR — Kisah sejumlah pelajar asal Desa Teras Nawang, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, yang terpaksa berenang menyeberangi Sungai Kayan untuk pulang dan pergi sekolah sempat menjadi perhatian masyarakat dan viral di media sosial belum lama ini.

Para pelajar tersebut diketahui harus menghadapi sulitnya akses transportasi, terutama ketika kondisi Sungai Kayan mengalami surut dan dangkal. Pendangkalan sungai membuat perahu yang biasa digunakan sebagai sarana transportasi anak-anak sekolah tidak dapat melintas hingga ke wilayah tempat mereka tinggal.

Akibatnya, dalam kondisi tertentu, para pelajar terpaksa mencari cara lain untuk menyeberangi sungai. Bahkan, ada yang harus turun ke air dan berenang untuk mencapai wilayah seberang agar bisa melanjutkan perjalanan menuju rumah maupun sekolah.

Kondisi tersebut terjadi di kawasan Desa Teras Nawang yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan. Saat debit air Sungai Kayan menurun, jalur yang selama ini dilalui perahu sekolah menjadi semakin sulit dilintasi.

Salah seorang pelajar SMK Negeri 1 Tanjung Palas, Gunawan, mengaku dirinya juga merasakan langsung sulitnya akses transportasi tersebut. Menurutnya, perjalanan pergi dan pulang sekolah sangat bergantung pada kondisi air Sungai Kayan.

“Akses pulang pergi kami sulit. Jika air surut, perahu sekolah yang kami gunakan kadang-kadang tidak memungkinkan untuk digunakan,” ungkap Gunawan, Rabu (26/8).

Ia mengatakan, persoalan tersebut bukan hanya membuat perjalanan menjadi lebih sulit. Kondisi itu juga berpotensi mengganggu kegiatan belajar karena pelajar dapat terlambat masuk sekolah.

Bahkan, ketika kondisi sungai semakin dangkal dan perahu tidak bisa melintas, para siswa terancam tidak dapat berangkat sekolah.

“Akses sekolah menjadi terhambat. Kami kesulitan menyeberang dan kami juga bisa terlambat masuk sekolah,” ujarnya.

Menurut Gunawan, persoalan transportasi ini membutuhkan perhatian serius. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi, khususnya bagi para pelajar dan masyarakat Desa Teras Nawang yang selama ini masih bergantung pada jalur Sungai Kayan untuk beraktivitas.

Ia berharap adanya jalur pelayaran yang lebih layak atau sarana transportasi yang aman, sehingga anak-anak tidak lagi menghadapi risiko saat hendak pergi maupun pulang sekolah.

“Semoga ke depannya pemerintah bisa memperhatikan akses kami. Buatkan alur pelayaran atau transportasi yang aman, agar kami bisa terus sekolah ke Tanjung tanpa takut terlambat atau tidak bisa berangkat saat air surut,” tegasnya.

Tak hanya berharap adanya solusi transportasi, Gunawan juga menyampaikan harapan jangka panjang agar pemerintah dapat membangun jembatan gantung yang menghubungkan Desa Teras Nawang dengan wilayah seberang.

Menurutnya, keberadaan jembatan akan sangat membantu masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi Sungai Kayan untuk mendapatkan akses pendidikan.

“Semoga ke depannya ada jembatan gantung untuk kami warga Teras Nawang. Dengan begitu, kami tidak lagi kesulitan untuk berangkat ke sekolah dan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” harapnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan