Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Hadiri Panen Raya di Talisayan, Sekda Berau Sebut BUMK Dumaring Jadi Contoh Pengelolaan Produktif

ZonaTV
8
×

Hadiri Panen Raya di Talisayan, Sekda Berau Sebut BUMK Dumaring Jadi Contoh Pengelolaan Produktif

Sebarkan artikel ini
b889c433 1778123501 d705d6af2d0e07b2f887

TANJUNG REDEB – Sekretaris Kabupaten Berau, M Said menghadiri panen raya semangka yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Amparan Tikar di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan kampung sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Panen raya dilaksanakan di lahan seluas 1,5 hektare dengan total hasil produksi mencapai sekitar 20 ton semangka. Selain budidaya semangka, BUMK Amparan Tikar juga tengah mengembangkan komoditas jagung di lahan seluas 2 hektare.

Ketua BUMK Amparan Tikar Dumaring, Muhammad, menjelaskan bahwa usaha budidaya semangka menjadi salah satu unit usaha strategis dalam mendukung ketahanan pangan desa. Seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen, melibatkan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah hasil panen cukup baik dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat maupun desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut didanai melalui alokasi Dana Desa APBN sebesar 20 persen dari total pagu dana desa. Untuk pemasaran hasil panen, BUMK telah bekerja sama dengan penampung dengan harga jual semangka berkisar Rp9 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin, mengatakan pemerintah kampung terus menyalurkan penyertaan modal kepada BUMK guna mendukung pengembangan unit usaha produktif. Selain sektor hortikultura, kampung tersebut juga memiliki potensi di bidang pertanian, perikanan, dan jasa.

“Sebelumnya kami juga telah melaksanakan panen perdana padi gunung. Potensi kampung masih sangat besar untuk terus dikembangkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, M Said memberikan apresiasi terhadap pengelolaan BUMK Amparan Tikar yang dinilai berhasil memanfaatkan penyertaan modal kampung secara produktif. Ia menyebut total penyertaan modal yang telah diberikan mencapai Rp200 juta dan mulai menunjukkan hasil positif bagi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian berbasis kampung dapat menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi masyarakat, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.

“BUMK ini mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian kampung,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan