BERAU – Ditengah efisiensi anggaran mendorong KONI Berau mengandalkan bantuan CSR dan sinergi lintas pihak, sembari menetapkan target realistis menembus tiga besar pada Porprov Kaltim 2026.
Di tengah efisiensi anggaran pembinaan, Ketua KONI Berau, Taupan Madjid menjelaskan bahwa KONI Berau mulai membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini dipandang sebagai solusi untuk menutup kekurangan biaya, khususnya pada sektor transportasi dan akomodasi atlet.
“Melalui kepala daerah maupun DPR, kita melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di Berau melalui CSR, itu solusinya,” jelasnya pada saat dihubungi via telepon (02/05/2026).
Selain CSR, cabang olahraga juga didorong untuk mandiri dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki guna mencari dukungan dari pihak swasta maupun individu. Skema ini dinilai penting agar pembinaan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Dari sisi target, KONI Berau memilih pendekatan realistis dengan membidik posisi tiga besar. Target tersebut didasarkan pada capaian babak kualifikasi yang menempatkan Berau di peringkat kelima.
“Kalau masuk tiga besar itu sudah luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, peluang peningkatan peringkat tetap terbuka jika pembinaan dapat dimaksimalkan, terutama melalui peningkatan intensitas latihan. Sejumlah cabang olahraga seperti layar, atletik, dan judo disebut memiliki potensi besar untuk menyumbang medali.
Namun, tantangan utama masih terletak pada pembinaan jangka panjang. Keterbatasan dukungan, termasuk belum adanya insentif rutin bagi atlet, berisiko membuat atlet potensial berpindah ke daerah lain.
“Kita sayang atlet-atlet yang sudah jadi, kalau tergoda daerah lain itu sayang,” katanya.
Belajar dari daerah lain seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari perhatian berkelanjutan terhadap atlet, termasuk pemenuhan kebutuhan latihan, gizi, hingga kesejahteraan.
Di sisi lain, olahraga juga dipandang memiliki dampak luas bagi daerah. Selain mencetak prestasi, kegiatan olahraga turut mendorong kesehatan masyarakat, pembinaan generasi muda, hingga menggerakkan ekonomi melalui event-event olahraga.
“Olahraga ini bukan hanya prestasi, tapi investasi kesehatan dan pembinaan generasi muda,” tegasnya.
Dengan kondisi yang ada, keberhasilan Berau di Porprov tidak hanya bergantung pada atlet, tetapi juga pada sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPR, dunia usaha, hingga masyarakat dalam mendukung pembinaan olahraga secara berkelanjutan.












