BERAU — Masalah drainase di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, belum tertangani meski telah dikeluhkan warga selama bertahun-tahun. Genangan air bercampur lumpur disebut sudah menjadi pemandangan rutin di jalur tersebut dalam sekitar lima tahun terakhir.
Berdasarkan pantauan, bahu jalan tampak dipenuhi lumpur dan ditumbuhi rerumputan liar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi merusak struktur aspal serta membahayakan pengguna jalan di salah satu akses utama penghubung antarwilayah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan pembersihan di lokasi bersama aparat kelurahan dan warga sekitar.
“Pembersihan sudah beberapa kali kami lakukan bersama aparat kelurahan dan warga pemilik lahan di sekitar,” kata Hendra saat dihubungi.
Namun, ia menjelaskan status Jalan HARM Ayoeb sebagai jalan nasional menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Kewenangan penanganan drainase di sepanjang jalan tersebut berada di pemerintah pusat.
Terkait rencana pembuatan sodetan atau crossing untuk mengalirkan air, Hendra menilai diperlukan kajian teknis lebih lanjut. Langkah itu, menurut dia, harus didahului dengan penanganan sumber lumpur.
“Jika langsung dibuat saluran tanpa mengatasi sumber lumpurnya, dikhawatirkan akan kembali tersumbat dalam waktu singkat,” ujarnya.
Sementara itu masyarakat sekitar Rian, mengeluhkan masalah ini berangsur bertahun-tahun lamanya, namun tidak ada tindakan nyata dari pemerintah.
“jika lewat percikan air dari transportasi yang lewat mengenai pengendara lain, dan beberapa insiden pernah terjadi pengemudi motor terpeleset di lokasi tersebut” tegasnya.












