TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali membawa sederet agenda pembangunan prioritas ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kaltim, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan sejumlah kebutuhan mendesak yang dinilai harus mendapat dukungan Pemerintah Provinsi demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sejumlah kebutuhan penting masyarakat Berau telah kami sampaikan. Harapannya dapat menjadi perhatian dan memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Sri Juniarsih usai mengikuti Musrenbang Provinsi Kaltim beberapa waktu lalu.
Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah dukungan operasional rumah sakit umum (RSU) baru. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi rumah sakit rujukan bagi wilayah utara Kalimantan Timur, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada layanan kesehatan di daerah lain untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.
Di sektor pendidikan, Pemkab Berau juga mendorong pembangunan unit sekolah baru, terutama di kampung-kampung dan kawasan pedalaman. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sarana belajar.
Tak hanya itu, sektor pariwisata kembali menjadi perhatian serius. Berau meminta dukungan penguatan destinasi wisata sekaligus perlindungan kawasan pesisir di Derawan, Maratua, Talisayan, hingga Biduk-Biduk. Upaya tersebut dipandang penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan daya tarik wisata yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
“Infrastruktur jalan dan konektivitas antarwilayah juga menjadi kebutuhan yang sangat penting. Begitu pula dukungan bagi sektor pertanian, mulai dari bantuan bibit hingga fasilitas produksi agar produktivitas petani terus meningkat,” jelasnya.
Menurut Sri Juniarsih, seluruh usulan yang dibawa ke Musrenbang Provinsi bukan sekadar daftar program pembangunan, melainkan kebutuhan riil masyarakat yang harus segera dipenuhi. Di sisi lain, usulan tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Berau dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Dengan semakin dekatnya masa berakhir sejumlah aktivitas pertambangan, Berau terus berupaya menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sektor pariwisata dan pertanian dipandang memiliki potensi besar sebagai penopang utama ekonomi daerah di masa depan, sehingga membutuhkan dukungan kebijakan maupun anggaran dari pemerintah provinsi agar pengembangannya dapat berjalan lebih optimal.












