Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Trending

Air Panas Pemapak Bersiap Naik Kelas, Disbudpar Bidik Wisatawan Menginap Lewat Homestay dan Wisata Malam

ZonaTV
5
×

Air Panas Pemapak Bersiap Naik Kelas, Disbudpar Bidik Wisatawan Menginap Lewat Homestay dan Wisata Malam

Sebarkan artikel ini
b35e0589 images

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai menyusun strategi agar destinasi wisata Air Panas Pemapak tidak hanya ramai saat musim liburan, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan sepanjang tahun.

Selama ini, tingkat kunjungan ke Air Panas Pemapak masih didominasi wisatawan yang datang pada momen libur panjang atau peak season. Kondisi tersebut menjadi perhatian Disbudpar untuk menghadirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan daya tarik destinasi, sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah singkatnya durasi kunjungan wisatawan. Sebagian besar pengunjung hanya datang untuk berendam, kemudian langsung kembali tanpa menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut.

“Selama ini memang pengunjung lebih banyak datang saat libur panjang. Kami sedang mempelajari kemungkinan agar wisata ini juga hidup pada hari-hari biasa,” ujar Yudha kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).

Salah satu gagasan yang tengah dikaji adalah membuka operasional kawasan wisata hingga malam hari. Menurut Yudha, suasana malam dinilai memiliki potensi tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan atau melakukan terapi air panas pada waktu yang lebih nyaman.

Namun demikian, rencana tersebut masih memerlukan kajian menyeluruh, baik dari sisi kesiapan fasilitas, keamanan, maupun pola pengelolaan destinasi.

“Malam hari pun kalau bisa dibuka untuk terapi. Kadang malam orang ingin istirahat, ingin berobat untuk ketenangan. Kami pelajari dulu kemungkinannya,” jelasnya.

Jika konsep wisata malam terealisasi, Disbudpar menilai keberadaan fasilitas akomodasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, pemerintah membuka peluang bagi investor maupun masyarakat sekitar untuk ikut berperan menyediakan tempat menginap bagi wisatawan.

“Kami ingin menawarkan juga kalau ada pihak ketiga yang ingin membangun pondokan, kami sangat menyambut. Karena tidak bisa terus-menerus mengandalkan pemerintah,” katanya.

Sembari menunggu masuknya investasi yang lebih besar, Disbudpar mendorong pemanfaatan rumah-rumah warga di sekitar kawasan sebagai homestay. Langkah ini dinilai tidak hanya mendukung kebutuhan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Paling tidak ada homestay dulu. Rumah-rumah yang ada di sekitar situ bisa difungsikan kamar-kamarnya untuk penginapan wisatawan,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Disbudpar juga ingin memperkuat identitas Air Panas Pemapak melalui konsep storytelling. Narasi yang akan dibangun mencakup sejarah kawasan, budaya masyarakat sekitar, hingga berbagai kisah yang berkembang mengenai keberadaan sumber air panas tersebut.

Menurut Yudha, sebuah destinasi wisata akan memiliki nilai lebih apabila tidak hanya menawarkan keindahan atau fasilitas, tetapi juga cerita yang mampu membangun pengalaman emosional bagi pengunjung.

“Jadi sebagai daya tariknya, ada cerita di balik Air Panas Pemapak itu. Baik cerita sejarah, religi, maupun cerita tentang kesehatan,” ujarnya.

Disbudpar juga berencana menghimpun pengalaman para pengunjung yang mengaku merasakan manfaat setelah berendam di Air Panas Pemapak sebagai bagian dari materi promosi destinasi.

“Orang yang pernah menggunakan terapi itu dan mengalami kesembuhan, itu semua disuruh merangkum dalam satu cerita sehingga menjadi bagian dari promosi,” kata Yudha.

Meski demikian, Disbudpar menegaskan bahwa pengalaman tersebut merupakan testimoni pribadi para pengunjung. Klaim mengenai manfaat kesehatan dari air panas tersebut belum disampaikan berdasarkan hasil penelitian atau kajian medis dalam kesempatan itu.

Saat ini, seluruh rencana pengembangan masih berada pada tahap pembahasan dan kajian. Pemerintah berharap inovasi yang disiapkan mampu menjadikan Air Panas Pemapak sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya ramai saat musim liburan, tetapi juga memiliki aktivitas dan daya tarik sepanjang tahun.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan