TANJUNG SELOR – Aksi pengeroyokan yang viral di media sosial melalui video berdurasi sekitar 20 detik terjadi di kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Jambu, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Kamis (18/6) dini hari.
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 03.20 WITA saat Tim Patroli R2 Sat Samapta Polresta Bulungan menerima informasi adanya keributan di sekitar lokasi THM. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan patroli sekaligus mengamankan situasi.
Saat tiba di lokasi, keributan diketahui telah terjadi. Petugas yang berupaya melerai dan mengendalikan situasi justru menjadi sasaran serangan dari sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya.
Ketika itu, lima anggota Sat Samapta Polresta Bulungan sedang bertugas patroli. Namun, mereka diduga diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang hingga mengakibatkan sejumlah anggota mengalami luka-luka.
Akibat insiden tersebut, lima anggota kepolisian mengalami berbagai cedera, di antaranya luka lecet pada tangan, memar di pergelangan tangan dan kepala, luka pada pelipis, serta luka robek di bagian kepala.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Sebanyak lima saksi telah dimintai keterangan oleh Polresta Bulungan dan Polda Kalimantan Utara. Selain itu, sejumlah saksi lain dari pihak THM, warga sekitar, ketua RT, pemilik rumah kos di sekitar lokasi, hingga beberapa saksi dari instansi terkait juga turut diperiksa.
Dari hasil rekaman CCTV, penyidik telah mengidentifikasi sedikitnya 12 orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Seluruhnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap peran masing-masing.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama S.Tr.K., S.I.K., M.H.,mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat tindak pidana, keributan, maupun gangguan keamanan lainnya.
“Apabila masyarakat melihat tindak pidana, kejahatan, ataupun keributan yang memerlukan kehadiran polisi, segera hubungi layanan darurat 110. Kami akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang sedang berlangsung.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Perkembangannya akan segera kami sampaikan kepada publik,” tambahnya.
Saat ini, penanganan kasus dilakukan oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait. Proses penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta visum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih terus berjalan untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.(Rdi)












