Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Wisatawan Eropa ke Berau Menurun, Wabup Gamalis Sebut Konflik Timur Tengah dan Terganggunya Jalur Transit Penerbangan Jadi Pemicu

ZonaTV
16
×

Wisatawan Eropa ke Berau Menurun, Wabup Gamalis Sebut Konflik Timur Tengah dan Terganggunya Jalur Transit Penerbangan Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
8fe81ea5 img 20260406 wa0010

BERAU – Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Berau mengalami perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya wisatawan asal Eropa mendominasi destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan dan Maratua, kini wisatawan dari kawasan Asia menjadi kelompok yang paling banyak berkunjung.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa wisatawan dari negara-negara Eropa seperti Belanda, Italia, dan Prancis masih datang ke Berau. Namun, jumlahnya tidak lagi sebesar beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak terlepas dari dampak situasi geopolitik internasional yang memengaruhi jalur penerbangan menuju Indonesia. Banyak wisatawan Eropa yang telah memesan paket perjalanan jauh hari sebelumnya terpaksa membatalkan kunjungan akibat terganggunya akses penerbangan internasional.

“Wisatawan Eropa tetap ada, tetapi jumlahnya berkurang. Sebagian besar perjalanan mereka menggunakan jalur transit di kawasan Timur Tengah. Ketika terjadi konflik dan beberapa jalur penerbangan ditutup, banyak yang akhirnya membatalkan perjalanan ke Indonesia, termasuk ke Berau,” ujar Gamalis, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah maskapai yang melayani penerbangan dari Eropa ke Indonesia umumnya menggunakan negara-negara di Timur Tengah sebagai titik transit. Ketika terjadi gangguan pada jalur tersebut, akses perjalanan menjadi lebih terbatas dan berdampak langsung pada minat wisatawan untuk melanjutkan perjalanan.

Di tengah penurunan pasar Eropa, Berau justru mencatat peningkatan kunjungan wisatawan dari negara-negara Asia. Wisatawan asal China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia kini menjadi kelompok yang paling banyak mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.

“Sekarang yang lebih banyak datang justru wisatawan dari Asia, seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia. Wisatawan Eropa masih ada, tetapi tidak sebanyak dulu,” jelasnya.

Perubahan komposisi wisatawan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Berau sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama terkait konektivitas penerbangan internasional dan kondisi geopolitik dunia. Meski demikian, potensi wisata bahari Berau yang mendunia tetap menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Berau pun melihat kondisi ini sebagai momentum untuk memperluas pasar wisata internasional. Diversifikasi promosi ke negara-negara Asia dinilai menjadi langkah strategis guna menjaga stabilitas kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata daerah di tengah ketidakpastian global.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, mulai dari keindahan bawah laut Kepulauan Derawan hingga pesona Pulau Maratua, Berau tetap memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, meski harus beradaptasi dengan perubahan tren wisatawan dunia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan