BERAU – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau kembali menyiapkan program pelatihan keterampilan kerja pada 2026. Tiga bidang yang akan dilaksanakan meliputi “welder” atau juru las, menjahit, dan tata boga, dengan masing-masing peserta sekitar 16 orang yang akan dilaksanakan di kota Bontang pada Rabu 14 Oktober 2026 mendatang.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja (Penta) Disnakertrans Berau, Dewi Rakhmasari, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja agar memiliki bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
“Jumlah peserta untuk masing-masing bidang sekitar 16 orang. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat BNSP sebagai bukti kompetensi setelah mengikuti pelatihan,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Namun, program peningkatan keterampilan tersebut belum sepenuhnya diikuti bantuan peralatan usaha bagi peserta. Dewi mengakui, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala Disnakertrans dalam mendukung peserta yang ingin berwirausaha setelah pelatihan.
“Untuk bantuan alat berwirausaha, saat ini kami masih terkendala anggaran karena adanya efisiensi. Jadi, belum bisa memberikan dukungan peralatan secara maksimal,” jelasnya.
Di sisi lain, Disnakertrans mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026 ini untuk sementara tidak mengadakan pelatihan alat berat seperti excavator, dump truck dan triton.
Meski demikian, Disnakertrans tetap mengupayakan pemenuhan kebutuhan peserta selama pelatihan, termasuk transportasi, makan, dan akomodasi. Sementara pemberian uang saku menyesuaikan dengan dukungan dari pihak penyelenggara dan ketersediaan anggaran.
Dewi menjelaskan, penentuan jenis pelatihan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengacu pada usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kampung maupun kecamatan.
“Kami memprogramkan pelatihan berdasarkan usulan dari hasil Musrenbang. Anggaran yang tersedia juga kami optimalkan untuk menyelenggarakan pelatihan yang memang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ke depan, Disnakertrans Berau juga berupaya memperluas program pelatihan dengan menjalin kolaborasi bersama dunia usaha dan perusahaan. Langkah tersebut diharapkan dapat menyelaraskan keterampilan peserta dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Kami berusaha berkolaborasi dengan penyedia lapangan kerja agar program pelatihan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan begitu, ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki peserta dan kebutuhan dunia usaha bisa diminimalkan,” tuturnya.
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja, Disnakertrans juga ingin membekali pencari kerja agar mampu membangun usaha secara mandiri dengan memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh.












