Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Trending

Pegiat Wisata Soroti 12 Persoalan Derawan-Maratua, dari BBM Subsidi hingga Abrasi

ZonaTV
19
×

Pegiat Wisata Soroti 12 Persoalan Derawan-Maratua, dari BBM Subsidi hingga Abrasi

Sebarkan artikel ini
e33aa4ac img 20261012 wa0105
Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Berau (DOC.Zona)

BERAU – Forum Komunikasi Pegiat Wisata Maratua dan Derawan menyoroti 12 persoalan di kawasan pesisir khususnya Pulau Derawan dan Maratua, mulai dari transparansi BBM subsidi untuk speedboat, abrasi pantai, hingga keterbatasan infrastruktur dan pelayanan publik.

 

Ketua Forum Komunikasi Pegiat Wisata, Teguh, menyampaikan berbagai persoalan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Berau dan sejumlah pemangku kepentingan terkait, Senin (12/10/2026).

 

“Persoalan di Derawan dan Maratua cukup beragam. Kami berharap melalui RDP ini, setiap persoalan mendapat perhatian dan kejelasan tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun instansi terkait,” ujarnya.

 

Dari 12 aspirasi yang disampaikan, sejumlah isu utama meliputi mekanisme penyaluran BBM subsidi bagi speedboat, rencana penggunaan Dermaga Wika sebagai dermaga umum, penanganan abrasi, optimalisasi embung air hujan, serta perbaikan jaringan internet di kawasan pesisir.

 

Forum juga meminta kepastian pembangunan jaringan pipa air bersih dari Merancang menuju Tanjung Batu, penanganan Jembatan Lawang-Lawang, serta pengoperasian *hyperbaric chamber* di Puskesmas Tanjung Batu.

 

Di sektor pariwisata bahari, forum mendorong kejelasan regulasi kapal wisata, termasuk “liveaboard” (LOB), penyediaan titik labuh, serta tindak lanjut atas insiden di Spot Barracuda, Teluk Alulu, yang berkaitan dengan kondisi terumbu karang.

 

“Pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan. Karena itu, persoalan infrastruktur, tata kelola wisata, dan perlindungan kawasan laut perlu mendapat perhatian serius,” lanjutnya.

 

Selain itu, forum menyoroti penanganan populasi anjing liar di Maratua yang diperkirakan mencapai sekitar 400 ekor, peningkatan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata lokal, serta kondisi bangunan bekas SD Negeri 01 Teluk Alulu yang dikhawatirkan membahayakan warga.

 

Forum berharap pembahasan tersebut menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar menjadi catatan rapat. Kejelasan instansi penanggung jawab dan target penyelesaian dinilai penting agar persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir dapat ditangani secara bertahap.

 

“Harapan kami, ada tindak lanjut yang jelas dan terukur sehingga masyarakat merasakan manfaatnya, sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata Derawan dan Maratua,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan