Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pariwisata

Rp1,3 Miliar untuk Buyung-Buyung, Tapi Disbudpar Akui Anggaran Masih Kurang

ZonaTV
7
×

Rp1,3 Miliar untuk Buyung-Buyung, Tapi Disbudpar Akui Anggaran Masih Kurang

Sebarkan artikel ini
07354717 0f3a 4540 b10c ea23c5fb62d7
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa (doc.Zona)

TANJUNG REDEB — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau kembali mengalokasikan anggaran besar untuk pengembangan sektor pariwisata. Tahun 2026 ini, pemerintah daerah menggelontorkan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan kawasan wisata Buyung-Buyung di Kecamatan Tabalar.

Anggaran tersebut tercantum dalam pagu pengadaan dengan kode RUP 64055339 pada paket pekerjaan bertajuk “Lanjutan Pembangunan Kawasan Buyung-Buyung” dengan total nilai Rp1.302.850.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Berau.

Besarnya nilai anggaran menjadi perhatian publik karena pembangunan kawasan wisata tersebut masih dilakukan secara bertahap dan rincian pekerjaan yang akan direalisasikan belum sepenuhnya dijabarkan secara detail.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santoso, menjelaskan bahwa kawasan Buyung-Buyung dirancang sebagai destinasi agrowisata yang mengusung konsep pertanian dan ketahanan pangan.

“Konsepnya orang bisa berwisata sambil melihat proses pertanian, mulai dari penanaman hingga pertumbuhan padi. Buyung-Buyung merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Meski demikian, Yudha mengakui anggaran yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan fasilitas yang direncanakan dalam kawasan tersebut. Karena itu, pembangunan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Beberapa fasilitas yang direncanakan meliputi penataan area parkir, pembangunan gazebo atau pendopo, gerbang kawasan, hingga plaza kuliner dua lantai apabila dukungan anggaran mencukupi.

“Dana yang tersedia sebenarnya masih belum memenuhi standar kebutuhan keseluruhan, sehingga pengerjaannya dilakukan bertahap,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran Rp1,3 miliar apabila sejumlah fasilitas utama belum dapat direalisasikan secara menyeluruh pada tahap pembangunan saat ini.

Di sisi lain, Disbudpar tetap optimistis pengembangan kawasan wisata Buyung-Buyung dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan pengembangan pelaku UMKM lokal.

Menurut Yudha, sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kuliner hingga penjualan produk kerajinan.

“Kalau kunjungan wisata meningkat, tentu kebutuhan makan dan minum juga meningkat. Harapannya ada perputaran ekonomi masyarakat di kawasan tersebut,” ucapnya.

Disbudpar juga memastikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan dilibatkan dalam pengelolaan kawasan wisata. Sementara pekerjaan fisik pembangunan tetap dilaksanakan oleh pihak ketiga melalui mekanisme tender.

Yudha menilai pengembangan Buyung-Buyung penting dilakukan karena Kabupaten Berau dinilai belum memiliki destinasi wisata berbasis pertanian yang representatif.

“Kalau wisata pantai sudah banyak, begitu juga air panas, air terjun, maupun danau. Namun wisata berbasis pertanian belum ada, sehingga ini yang ingin kami dorong sebagai destinasi alternatif,” jelasnya.

Meski menawarkan konsep baru dalam pengembangan pariwisata daerah, besarnya anggaran yang dialokasikan tetap menjadi sorotan publik, terutama terkait kesiapan konsep pembangunan, keberlanjutan pengelolaan kawasan, serta sejauh mana manfaat ekonominya benar-benar dapat dirasakan masyarakat sekitar.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan