BERAU, – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk menyiapkan kader internal sebagai calon pemimpin daerah pada masa mendatang.
Pembina PSI Berau, Indra Teguh, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya partai membangun arsitektur kepemimpinan daerah yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral.
Hal ini juga telah menjadi konsolidasi dan rapat internal partai dan juga para kader.
Menurut dia, kader yang dipersiapkan harus memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari pengalaman memimpin, wawasan dan pengetahuan, kompetensi dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan, hingga rekam jejak serta integritas.
“Kami ingin menyiapkan kader yang benar-benar memiliki kapasitas untuk memimpin. Bukan hanya karena memiliki kedekatan dengan partai, tetapi karena memiliki pengalaman, kompetensi, rekam jejak dan integritas,” kata Indra, Sabtu (19/9/2026).
Ia menjelaskan, kaderisasi tersebut menjadi bagian dari upaya PSI Berau membangun kemandirian politik. Partai, kata dia, tidak ingin hanya mencari figur ketika momentum politik tiba.
Sebaliknya, PSI Berau ingin mempersiapkan calon pemimpin melalui proses kaderisasi yang serius sehingga memahami persoalan daerah dan memiliki kemampuan untuk merumuskan serta menjalankan penyelesaiannya.
Indra mengatakan kepemimpinan yang nantinya diusung PSI Berau diharapkan dapat memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menjaga kekayaan ekologis Kabupaten Berau.
Menurutnya, kekayaan alam dan lingkungan Berau juga harus dipandang sebagai aset yang perlu dijaga untuk kepentingan masyarakat dan generasi mendatang.
“Kepemimpinan daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat ekonomi, meningkatkan pelayanan publik dan tetap menjaga kekayaan ekologis Berau,” ujarnya.
Indra menambahkan, keputusan untuk mengusung kader sendiri juga menjadi upaya PSI menunjukkan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan pemimpin, bukan sekadar mencari figur untuk kepentingan kontestasi.
Ia menilai proses politik seharusnya tidak hanya bertumpu pada popularitas maupun transaksi politik. Menurut dia, calon pemimpin perlu lahir dari proses yang terbuka dan mempertimbangkan kapasitas serta kepentingan masyarakat.
“Partai politik harus berani mempersiapkan pemimpin dari dalam. Kaderisasi harus dilakukan secara serius dan pilihan politik harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Indra.
PSI Berau, lanjut dia, ingin menempatkan partai bukan hanya sebagai peserta dalam setiap kontestasi politik, tetapi sebagai wadah yang turut mempersiapkan pemimpin untuk menghadapi persoalan dan tantangan pembangunan Kabupaten Berau di masa depan.
“Jadi, kami ingin hadir bukan hanya untuk ikut dalam kontestasi, tetapi juga menyiapkan pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan rakyat dan tantangan masa depan Berau,” tuturnya.












