BERAU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Wilayah Sales Area Kaltimut bersama aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, di sejumlah SPBU Kabupaten Berau, Senin (5/10/2026).
Sidak ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap penyaluran BBM bersubsidi sekaligus memperketat pengawasan guna mencegah adanya celah yang dapat dimanfaatkan untuk penyalahgunaan.
Sales Wilayah III Kaltimut, Bagus, mengatakan secara umum penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Berau berjalan cukup baik. Namun, pengawasan akan terus diperketat, terutama terhadap potensi penyalahgunaan data maupun mekanisme pembelian di lapangan.
“Hari ini kami melakukan evaluasi terkait penyaluran BBM subsidi, khususnya di Kabupaten Berau. Alhamdulillah, sudah berjalan cukup baik,” ujar Bagus.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga akan terus melakukan evaluasi bersama aparat penegak hukum (APH) untuk mengidentifikasi sejumlah potensi yang dapat dimanfaatkan oleh oknum dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kami akan lebih memperketat pemantauan untuk mengurangi beberapa celah yang bisa dipergunakan oleh oknum. Karena itu, Pertamina Patra Niaga bersinergi dengan teman-teman APH untuk melakukan evaluasi terhadap potensi-potensi yang bisa disalahgunakan,” jelasnya.
Bagus mengatakan pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap konsumen yang melakukan pengisian BBM. Operator SPBU juga menjadi bagian dari pengawasan untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah pemantauan melalui kamera pengawas atau CCTV yang beroperasi selama 24 jam.
“Tidak hanya kita monitor dari konsumen, tapi dari sisi operator juga akan kita awasi,” katanya.
Pertamina juga menemukan adanya pola pengisian yang menjadi perhatian dalam pengawasan di lapangan. Bagus menyebut terdapat temuan masyarakat yang melakukan pengisian BBM beberapa kali dengan menggunakan platform berbeda, namun menggunakan kendaraan yang sama.
“Sebagai contoh, kemarin dari masyarakat ada temuan beberapa pihak yang sudah beberapa kali isi di sini dan menggunakan platform QR code yang berbeda dengan kendaraan yang sama,” ungkapnya.
Temuan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi Pertamina untuk memperketat sistem pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi.
Bagus juga mengharapkan masyarakat turut menjaga proses penyaluran BBM bersubsidi agar berjalan sesuai ketentuan.
Ia meminta masyarakat menyesuaikan data kendaraan dan informasi yang digunakan dalam proses pembelian dengan data yang telah terdaftar.
Pertamina, kata dia, akan terus melakukan pemantauan terhadap proses penyaluran di SPBU sekaligus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan.
“Harapan kami dari masyarakat semuanya agar menjaga kondisi di lapangan. Kami juga mengharapkan data yang ada menyesuaikan dengan data yang telah diberikan atau terdaftar,” pungkasnya.












