TANJUNG REDEB – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini paling terasa pada sore hari, ketika jarak pandang masyarakat mulai menurun akibat sebaran asap yang semakin meluas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menduga kabut asap tersebut bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Berau. Asap diduga merupakan kiriman dari daerah lain yang tengah mengalami karhutla.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan pemerintah daerah telah mencermati perkembangan cuaca dan pola sebaran asap yang terjadi belakangan ini. Koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga dilakukan untuk memastikan kondisi karhutla di wilayah Berau.
“Ya, kita mencermati kondisi cuaca beberapa hari belakangan ini. Setiap sore kerap muncul kabut asap kembali yang cukup mengganggu,” ujar Sri.
Menurutnya, dugaan asap kiriman semakin menguat lantaran tidak terdapat aktivitas penanganan karhutla di wilayah Berau dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi udara justru menunjukkan adanya peningkatan sebaran asap.
“Saya sudah melakukan komunikasi dengan OPD kami, bahwa belakangan ini penanganan karhutla tidak ada,” katanya.
Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, sebaran asap mulai terlihat sejak Minggu (4/10). Sekitar pukul 14.00 Wita, asap mulai terpantau di sejumlah wilayah, terutama kawasan selatan Berau.
Sehari berselang, Senin (5/10), sebaran asap semakin meluas hingga menutupi sejumlah wilayah Berau. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap jarak pandang masyarakat.
Bahkan, berdasarkan laporan pemantauan yang diterima pemerintah daerah, jarak pandang di sejumlah lokasi sempat turun hingga sekitar 1.200 meter.
Sri menambahkan, data Stasiun Meteorologi (Stamet) Kalimarau juga menunjukkan adanya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Titik panas tersebut terdeteksi cukup banyak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser.
“Ini kemungkinan besar merupakan asap kiriman dari wilayah lain yang terjadi karhutla,” jelasnya.
Pemkab Berau pun terus mencermati perkembangan kondisi udara dan sebaran asap untuk memastikan dampaknya terhadap masyarakat. Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memantau potensi karhutla maupun perubahan kondisi cuaca di wilayah Berau.












