TANJUNG SELOR – Musim kemarau yang melanda wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, hingga saat ini belum memberikan dampak terhadap pendistribusian air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Danum Benuanta Bulungan.
Direktur Perumda Air Minum Danum Benuanta Bulungan, Eldiansyah, mengatakan distribusi air kepada masyarakat masih berjalan dengan baik meskipun kondisi kemarau telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Menurutnya, ketersediaan air baku yang bersumber dari Sungai Kayan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pendistribusian air kepada pelanggan.
“Walaupun kemarau selama tiga bulan, Alhamdulillah air baku kami tersedia dengan baik dan masih tercukupi,” ungkap,Sabtu (5/09/2026)
Ia menjelaskan, tidak seluruh unit pelayanan Perumda Danum Benuanta mengandalkan sumber air yang sama. Beberapa unit menggunakan embung sebagai sumber air, sementara wilayah lainnya memanfaatkan sumber air dari sungai maupun mata air.
“Ada juga beberapa unit kami saat ini menggunakan embung. Contohnya di Bunyu, kemudian di Kilometer 12 menggunakan air mata hujan dan tetap menggunakan embung,” jelasnya.
Eldiansyah memastikan kondisi kemarau saat ini belum menyebabkan gangguan terhadap pelayanan air kepada masyarakat. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya keluhan pelanggan yang berkaitan dengan berkurangnya pasokan air akibat kemarau.
Menurutnya, gangguan yang sesekali terjadi lebih disebabkan oleh persoalan teknis, seperti kebocoran pipa maupun jaringan distribusi.
“Untuk keluhan pendistribusian tidak ada ya. Lebih ke gangguan saja, seperti pipa bocor dan mungkin jaringannya bocor,” ujarnya.
Mengantisipasi kemungkinan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang, Perumda Danum Benuanta juga terus memantau kondisi debit air sungai di wilayah Bulungan.
Eldiansyah menyebutkan, berdasarkan kondisi saat ini, debit sungai masih berada pada level yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air dalam beberapa bulan ke depan.
“Insyaallah debit sungai kami masih cukup dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.
Selain persoalan kemarau, kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik yang menyebabkan kabut asap di Tanjung Selor juga disebut tidak berdampak terhadap kualitas maupun pendistribusian air Perumda Danum Benuanta.
“Pengaruh dengan kabut asap tidak ada ya. Begitu juga dalam pendistribusian air juga tidak ada,” tegas Eldiansyah.
Meski kondisi pasokan air masih aman, Eldiansyah tetap mengimbau masyarakat yang menggunakan layanan air Perumda Danum Benuanta untuk bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau.
Ia meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan, apabila memungkinkan, menampung air sebagai persediaan untuk mengantisipasi jika musim kemarau berlangsung lebih lama.
“Yang jelas kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhemat dalam menggunakan air. Kalau bisa ditampung, silakan disiapkan untuk persediaan ke depannya apabila kemarau ini masih berlanjut,” pungkasnya.(Rdi)












