BERAU – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau terus berupaya mempercepat kesiapan masyarakat di tingkat kampung dalam mengadopsi sistem pelayanan publik berbasis digital. Langkah ini diambil seiring dengan masifnya transisi pelayanan administrasi pemerintahan ke ranah digital.
Salah satu langkah strategis yang digulirkan oleh instansi tersebut adalah dengan membentuk wadah khusus di tingkat akar rumput. Wadah baru ini diberi nama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).
Kepala Dinas Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa KIM sengaja dirancang untuk menjadi jembatan edukasi dan literasi digital. Uniknya, struktur kepengurusan program ini akan dikelola langsung oleh dan untuk warga kampung setempat.
Melalui wadah digital terintegrasi ini, masyarakat di tingkat kampung akan didorong untuk lebih aktif. Warga bakal dibina secara berkala agar mampu mengelola media online mandiri yang kredibel.
Media online bentukan warga tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pusat informasi kegiatan lokal. Di samping itu, platform ini juga diproyeksikan menjadi saluran resmi dalam mengakses kebijakan serta program pembangunan dari pemerintah daerah.
“Melalui KIM, kami berharap terbentuk komunikasi yang timbal balik. Aspirasi masyarakat di kampung bisa tersampaikan dengan cepat melalui media KIM, dan sebaliknya, pemerintah juga dapat menyosialisasikan kebijakan pemerintahan serta pembangunan berbasis digital secara lebih efektif,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).
Didi menambahkan, keberadaan KIM menjadi sangat krusial dalam mendukung roda pemerintahan saat ini.
Terlebih, Pemkab Berau sedang gencar-gencarnya mempercepat era transformasi menuju kota cerdas atau smart city.
Dengan adanya wadah literasi di tingkat akar rumput, masyarakat kampung diharapkan tidak lagi gagap teknologi.
Kesiapan ini dinilai penting ketika pemerintah daerah mulai mengintegrasikan berbagai urusan administrasi dan pelayanan publik ke dalam sistem daring (online).
Melalui pola edukasi berkelanjutan yang melibatkan peran aktif warga ini, Diskominfo Berau menaruh harapan besar. Pihaknya optimistis kesenjangan digital yang selama ini terjadi antara kawasan perkotaan dan kampung dapat dipangkas secara bertahap.












