BERAU – Menjelang perayaan Iduladha, upaya memastikan pelaksanaan ibadah kurban sesuai syariat terus diperkuat di Kabupaten Berau. Salah satunya melalui pelatihan juru sembelih halal, serta pengawasan terhadap penjualan hewan kurban di lapangan.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiono, menegaskan bahwa dukungan terhadap pelaksanaan kurban di masjid lebih difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, dibandingkan pemberian bantuan hewan maupun peralatan.
Menurutnya, pembinaan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta organisasi keagamaan lainnya, khususnya dalam memberikan pelatihan kepada pengurus masjid.
“Kemenag secara realistis tidak dapat memberikan bantuan hewan atau peralatan ke seluruh masjid. Namun, kami berfokus pada pembinaan melalui pelatihan juru sembelih halal,” ujar Kabul Budiono saat ditemui, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, penyembelihan hewan kurban tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga keterampilan sesuai ketentuan syariat. Oleh karena itu, pelatihan menjadi langkah strategis untuk memastikan proses penyembelihan dilakukan secara benar.
“Tidak semua orang memiliki kemampuan dan keberanian sekaligus. Ada yang mampu tetapi tidak berani, dan sebaliknya. Karena itu, pelatihan ini menjadi penting,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Kemenag Berau memastikan setiap kecamatan telah memiliki tenaga Juleha yang siap mendukung pelaksanaan kurban di masjid. Dengan demikian, hewan kurban yang disembelih diharapkan memenuhi ketentuan agama, baik dari aspek teknis maupun syariat.
Selain pembinaan, pengawasan terhadap penjualan hewan kurban juga menjadi perhatian serius. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang beredar memenuhi standar kesehatan serta tidak memiliki cacat fisik.
Kabul mengungkapkan, menjelang Iduladha kerap muncul pedagang musiman yang menjual hewan kurban, sehingga pengawasan perlu ditingkatkan.
“Pedagang yang sudah lama berjualan umumnya lebih terjamin, namun pedagang musiman tetap perlu diawasi secara bersama,” katanya.
Untuk itu, Kemenag Berau akan berkoordinasi dengan dinas peternakan, satgas halal, serta tim Juleha guna melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.
Sementara itu, terkait rencana pelaksanaan kurban secara terpusat, seperti di Masjid Agung, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah karena belum ada rapat lanjutan. Biasanya pelaksanaan terpusat dilakukan di Masjid Agung setelah salat Iduladha,” pungkasnya.












