Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating

DPRD Berau

DPRD Desak Evaluasi Total: Penempatan ASN Picu Ketimpangan Layanan

ZonaTV
11
×

DPRD Desak Evaluasi Total: Penempatan ASN Picu Ketimpangan Layanan

Sebarkan artikel ini
729891fb 04d9 4b6b b2b6 52b2df7d8ad3

BERAU – Persoalan layanan dasar di Kabupaten Berau kembali disorot, bukan karena kekurangan tenaga, melainkan akibat distribusi aparatur yang dinilai tidak merata.

Ketimpangan ini berdampak langsung pada terganggunya layanan pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah kampung dan pesisir.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa masalah utama bukan pada jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan penempatan yang tidak sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menyebut banyak pegawai justru terkonsentrasi di pusat kota, sementara daerah terpencil mengalami kekosongan tenaga.

“Kalau dilihat dari jumlah, ASN kita sebenarnya cukup. Tapi penempatannya belum tepat, ada yang menumpuk di satu tempat, sementara wilayah lain kekurangan,” ujarnya Kamis (16/4/2026).

Dampak paling terasa terjadi di sektor kesehatan kata dia DPRD menerima laporan bahwa sejumlah fasilitas layanan kesehatan di wilayah pesisir sempat berhenti beroperasi usai Hari Raya Idulfitri.

“Ironisnya, kondisi tersebut bukan disebabkan ketiadaan tenaga medis, melainkan keterlambatan pembayaran gaji,” imbuhnya.

Menurutnya tenaga dokter yang bertugas diketahui merupakan tenaga penugasan khusus yang belum menerima haknya selama dua hingga tiga bulan.

“Akibatnya, pelayanan kesehatan terpaksa terhenti sementara, situasi ini yang sangat merugikan masyarakat, terutama di daerah dengan akses layanan yang terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan di sektor pendidikan, masalah serupa juga terjadi. Hasil inspeksi mendadak (sidak) DPRD menemukan adanya ketimpangan distribusi guru, khususnya tenaga honorer.

“Beberapa sekolah kekurangan tenaga pengajar hingga proses belajar tidak berjalan maksimal, sementara sekolah lain justru kelebihan guru,” jelasnya.

Kondisi ini kata dia menunjukkan bahwa perencanaan kebutuhan tenaga kerja belum sepenuhnya berbasis data riil di lapangan.

“Penempatan yang tidak tepat membuat layanan dasar menjadi tidak optimal dan menciptakan kesenjangan antarwilayah,” tegasnya.

DPRD Berau pun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pemetaan ulang seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK.

“Langkah ini dinilai krusial agar distribusi tenaga kerja lebih adil, efektif, dan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” tegas Sumadi.

Dengan penataan ulang yang tepat, diharapkan layanan kesehatan dan pendidikan di Berau tidak lagi timpang, sehingga seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, bisa merasakan kualitas pelayanan yang setara.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan