BERAU — Aktivitas perburuan biota laut yang diduga dilakukan oknum wisatawan di kawasan perairan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, kelestarian laut dan ekosistem bawah laut Maratua harus dijaga bersama. Ia mengecam segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk penggunaan speargun, pengeboman, maupun metode lain yang dilarang oleh aturan.
“Bupati Berau mengecam keras setiap aktivitas yang merusak laut Maratua, baik menggunakan speargun, mengebom maupun cara-cara lain yang dilarang oleh aturan,” tegasnya.(18/09/26)
Menindaklanjuti persoalan yang menjadi perhatian masyarakat tersebut, Sri meminta instansi terkait segera mengambil langkah sesuai kewenangan. Termasuk memanggil pengelola resort untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pengawasan di perairan Maratua perlu diperketat. Apalagi, kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan Berau yang mengandalkan keindahan terumbu karang dan kekayaan biota laut.
Sri menegaskan, siapa pun yang terbukti melanggar aturan harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya minta pengawasan diperketat. Siapa pun yang terbukti melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat, pelaku usaha pariwisata hingga komunitas penyelam ikut mengawasi kawasan perairan Maratua. Setiap aktivitas yang dilarang atau berpotensi merusak ekosistem laut diminta segera dilaporkan kepada instansi berwenang.
“Laut Berau adalah kekayaan Berau. Kita jaga, kita lindungi, dan jangan siapa pun yang dapat merusaknya,” tegas Sri.
Sri menambahkan, keberlangsungan pariwisata bahari sangat bergantung pada kondisi ekosistem laut. Karena itu, perlindungan lingkungan dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, wisatawan dan masyarakat.(adv)












