Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
BerauKaltim

Berau Alami Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran, BPS Soroti Tantangan Data

ZonaTV
5
×

Berau Alami Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran, BPS Soroti Tantangan Data

Sebarkan artikel ini
ab44c2ba 2ffd 43ac bc82 e7f7ea2edf67
Foto: illustration (IST)

BERAU — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau melaporkan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat sepanjang 2025. Angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sama-sama menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data BPS mencatat persentase penduduk miskin di Berau pada 2025 berada di level 4,44 persen, turun dari 5,08 persen pada 2024. Penurunan ini menjadi sinyal membaiknya kondisi ekonomi rumah tangga di sejumlah wilayah, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan daya serap tenaga kerja.

Statistisi Ahli Muda BPS Berau, Pipit Irawiriadi, mengatakan perbaikan tersebut mencerminkan adanya pergerakan positif di sektor riil. “Terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 5,08 persen pada 2024 menjadi 4,44 persen pada 2025,” ujarnya (23/04/26).

Selain kemiskinan, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan tren serupa. Tingkat Pengangguran Terbuka di Berau tercatat turun dari 5,15 persen pada 2024 menjadi 4,40 persen pada 2025. Angka ini mengindikasikan semakin terbukanya peluang kerja, baik di sektor formal maupun informal, termasuk perdagangan, jasa, dan usaha berbasis sumber daya lokal.

Meski demikian, Pipit mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari tantangan di lapangan, terutama dalam proses pengumpulan data. Ia menyebut masih ada sebagian masyarakat yang enggan menerima petugas BPS karena diliputi kecurigaan.

“Masih ada yang mengira petugas kami bukan resmi, padahal sudah dilengkapi atribut, identitas, dan surat tugas,” kata Pipit. Selain itu, sejumlah warga juga memilih tidak memberikan data karena merasa tidak mendapatkan dampak langsung dari pendataan.

Padahal, menurut Pipit, kualitas data sangat menentukan arah kebijakan pemerintah. Data statistik menjadi fondasi utama dalam merancang program pembangunan, termasuk penyaluran bantuan sosial, perencanaan ekonomi, hingga evaluasi kinerja daerah.

Tanpa partisipasi aktif masyarakat, lanjut dia, risiko kesalahan dalam penargetan program akan semakin besar. “Kalau datanya tidak akurat, kebijakan yang diambil juga bisa meleset dari kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

BPS Berau pun bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Kegiatan ini akan memotret secara menyeluruh aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kecil hingga sektor skala besar.

Pipit berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan memberikan informasi yang jujur dan terbuka saat petugas melakukan pendataan. “Pembangunan yang tepat sasaran hanya bisa diwujudkan dengan data yang akurat. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan