TANJUNG SELOR – Antrean kendaraan di SPBU Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, masih mengular dalam beberapa hari terakhir. Meski dipadati kendaraan, pengelola memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan stok bahan bakar minyak (BBM) yang habis, melainkan membludaknya kendaraan yang datang untuk mengisi BBM, termasuk dari luar Kalimantan Utara.
Pengawas SPBU Jalan Sengkawit, Aldi, mengatakan lonjakan antrean mulai terjadi setelah pasokan BBM di sejumlah daerah mengalami keterbatasan. Kondisi itu membuat banyak pengendara dari luar daerah memilih mengisi BBM di Tanjung Selor.
“Yang mengantre bukan hanya kendaraan dari Bulungan, tetapi juga banyak mobil dari luar daerah. Mereka datang ke sini karena di daerah asalnya sulit mendapatkan BBM,” ujar Aldi saat ditemui media zona.my.id, Jumat (24/7).
Tingginya antrean membuat sebagian pengendara harus menunggu hingga dua sampai tiga hari. Bahkan, tidak sedikit yang memilih bermalam di sekitar SPBU demi memastikan bisa mendapatkan BBM.
“Banyak juga yang rela bermalam dua sampai tiga malam di sini karena merasa lebih pasti bisa mendapatkan BBM,” katanya.
Meski antrean terus memanjang, Aldi menegaskan SPBU Jalan Sengkawit tidak pernah mengalami kehabisan stok BBM. Namun, jumlah pasokan yang diterima setiap hari masih terbatas dan bergantung pada alokasi distribusi.
“Kalau stok kosong tidak pernah. Hanya saja pasokan yang kami terima terbatas. Kadang delapan kiloliter, kadang 16 kiloliter, tergantung pengiriman,” jelasnya.
Untuk menjaga pemerataan distribusi, pihak SPBU menerapkan pembatasan pembelian. Setiap mobil hanya diperbolehkan mengisi maksimal 40 liter, sedangkan sepeda motor dibatasi hingga 10 liter.
Menurut Aldi, solusi mengatasi antrean panjang tidak bisa hanya mengandalkan satu SPBU. Ia menilai antrean akan lebih mudah terurai apabila seluruh SPBU di wilayah sekitar beroperasi secara bersamaan dengan pasokan yang mencukupi.
“Ketika semua SPBU buka bersamaan dan pasokannya sama-sama tersedia, antrean pasti bisa terbagi. Yang terjadi sekarang, ketika ada SPBU yang belum beroperasi atau stoknya terbatas, kendaraan akhirnya menumpuk di sini,” tuturnya.
Ia menambahkan, dominasi kendaraan dari luar daerah menjadi salah satu penyebab utama antrean di SPBU Jalan Sengkawit sulit berkurang. Selama distribusi BBM di daerah lain belum kembali normal, antrean panjang diperkirakan masih akan terus terjadi.(Rdi)












