TANJUNG SELOR — Aktivitas di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, mulai menghadapi kendala. Pendangkalan di kawasan dermaga membuat speedboat tidak leluasa bersandar di jalur kedatangan, terutama ketika Sungai Kayan memasuki kondisi surut.
Dampaknya dirasakan langsung oleh penumpang. Saat air surut, speedboat yang membawa penumpang tidak dapat menggunakan dermaga kedatangan seperti biasa. Penumpang pun sementara diarahkan melalui dermaga keberangkatan.
Kondisi ini membuat pola aktivitas di pelabuhan harus menyesuaikan tinggi-rendahnya muka air sungai.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, kondisi pendangkalan di Pelabuhan Kayan II perlu dilihat lebih jauh melalui kajian teknis.
“Ini merupakan fasilitas publik dan kawasan lalu lintas masyarakat Tanjung Selor. Itu akan dikaji oleh pihak Dishub sendiri,” kata Syarwani.
Menurutnya, kajian tersebut penting untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah yang tepat. Terlebih, Pelabuhan Kayan II menjadi salah satu titik aktivitas transportasi sungai yang digunakan masyarakat.
Syarwani menyebut persoalan ini akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama jajaran Pemkab Bulungan. Pemerintah daerah, kata dia, akan mencari langkah yang memungkinkan dilakukan untuk mengatasi persoalan pendangkalan tersebut.
“Ini menjadi atensi kami ke depannya bersama teman-teman di Pemda untuk mencari langkah yang dapat dilakukan ke depannya,” ujarnya.
Untuk saat ini, aktivitas pelabuhan tetap berjalan dengan penyesuaian ketika air Sungai Kayan surut. Namun, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah agar akses keluar-masuk speedboat dan pergerakan penumpang tidak semakin terkendala.
Kajian dari Dinas Perhubungan nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan penanganan kawasan Pelabuhan Kayan II.(Rdi)












