Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Kaltara

LGBT Nomor 2 Sumbang Kasus HIV di Bulungan Capai 38,4 Persen Hingga Pertengahan 2026

ZonaTV
28
×

LGBT Nomor 2 Sumbang Kasus HIV di Bulungan Capai 38,4 Persen Hingga Pertengahan 2026

Sebarkan artikel ini
8d807cec 8fb1 4fec a833 2d6903b65cdc
Foto:Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono,(Rdi)

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan mengungkapkan peningkatan kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dari Pasangan Lelaki Seks Dengan Lelaki (LSL) atau biasa disebut LGBT mencapai 38,4 persen.

LSL menurut Dinkes nomor urut dua penyumbang kasus HIV setelah Wanita Pekerja Seksual (WPS) angka ini menurut Grafik pemeriksaan pada kelompok populasi kunci data dinkes Bulungan, dimana budaya LSL menjadi penyumbang yang menyebabkan angka HIV di Bulungan.

Dari awal tahun hingga pertengahan 2026 jumlah kasus LSL yang positiv HIV mencapai 13 kasus sementara cukup tertinggi pada tahun 2025 yang mencapai 65 kasus LSL postiv HIV.

Seperti diketahui LSL sendiri merupakan hubungan pria yang pernah atau rutin melakukan hubungan seksual dengan sesama pria, tanpa memandang identitas gender atau orientasi seksual mereka secara keseluruhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengatakan jika LSL menjadi penyumbang kedua kasus positif HIV di Bulungan.

“Penyumbang kasus HIV kedua itu LSL, yang mencapai 38,4 persen lalu disusul WPS 2,52 persen kemudian pelanggan PS (Pendukung Sebaya) 1,6 persen,” bebernya.

Kendati angka LSL menyumbang angka tertinggi kasus HIV pihaknya terus menggencarkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja yang dinilai rentan akibat kurangnya pemahaman mengenai HIV dan perilaku berisiko.

“Kami terus melakukan pendekatan kepada anak-anak remaja dengan memberikan pemahaman tentang HIV, bagaimana penularannya, serta langkah-langkah pencegahannya,” ujar Imam.

Ia menjelaskan, hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, penderita dapat menjalani terapi menggunakan obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi menekan jumlah virus di dalam tubuh sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko penularan.

“HIV memang belum bisa disembuhkan. Namun, kami memberikan terapi ARV secara rutin untuk menekan perkembangan virus, bukan menghilangkannya,” tegasnya.

Selain edukasi, Dinkes juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko penularan, seperti tempat hiburan malam dan lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya praktik seks berisiko.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Dinkes turut menyediakan alat pelindung berupa kondom di sejumlah titik tertentu sebagai langkah mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV jika digunakan secara benar dan konsisten.

Imam mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih berhati-hati dalam bergaul, menghindari perilaku seksual berisiko, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan pasangan.

“Harapan kami, anak-anak remaja lebih berhati-hati dalam pergaulan dan selalu menjaga kesehatan diri maupun pasangannya agar dapat terhindar dari risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya,” pungkasnya.(Rdi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan