Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
Pemkab Berau

Tak Hanya Andalkan Wisata Bahari, Pemkab Berau Gencarkan Promosi Air Panas Pemapak, Telaga Biru hingga Ekowisata Mangrove

ZonaTV
363
×

Tak Hanya Andalkan Wisata Bahari, Pemkab Berau Gencarkan Promosi Air Panas Pemapak, Telaga Biru hingga Ekowisata Mangrove

Sebarkan artikel ini
cc438693 unnamed 11
Foto: Wisata air panas biatan (IST)

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memperluas strategi promosi pariwisata. Setelah selama ini dikenal melalui keindahan wisata baharinya yang mendunia, kini pemerintah daerah mengarahkan perhatian pada pengembangan dan promosi wisata alam yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi magnet baru kunjungan wisatawan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan Berau tidak hanya memiliki pesona laut dan pulau-pulau eksotis, tetapi juga menyimpan kekayaan wisata alam yang sangat beragam. Mulai dari air terjun, pegunungan, kawasan mangrove, hingga pemandian air panas yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, keragaman destinasi tersebut merupakan keunggulan kompetitif yang dimiliki Berau dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur. Karena itu, pemerintah terus mendorong promosi yang lebih agresif agar seluruh potensi wisata tersebut semakin dikenal, baik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Berau memiliki banyak pilihan destinasi wisata. Tidak hanya wisata laut, tetapi juga wisata alam yang sangat potensial untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana kita memperkuat promosi agar semakin banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian serius Pemkab Berau adalah wisata mangrove yang berada di sejumlah lokasi, seperti Tanjung Batu, Buyung-buyung, dan Teluk Semanting. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai lebih karena menawarkan konsep ekowisata yang memadukan keindahan alam dengan edukasi dan pelestarian lingkungan.

“Kita tetap memberikan perhatian khusus terhadap kawasan mangrove yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Tanjung Batu, Buyung-buyung, dan Teluk Semanting. Ini memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata yang edukatif dan berkelanjutan,” kata Gamalis.

Selain kawasan mangrove, pemerintah juga terus melakukan pembenahan terhadap sejumlah destinasi wisata alam lainnya. Di antaranya Air Panas Pemapak, Telaga Biru, serta kawasan wisata Dumaring yang dinilai memiliki karakter dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Perbaikan yang dilakukan tidak hanya menyasar infrastruktur pendukung, tetapi juga pemeliharaan kawasan agar tetap nyaman, aman, dan menarik untuk dikunjungi.

“Yang jelas kita berusaha terus melakukan perawatan dan perbaikan daerah wisata. Seperti Air Panas Pemapak, Telaga Biru, dan Dumaring. Tinggal bagaimana promosinya agar lebih dikenal masyarakat luas,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Berau juga membuka ruang bagi investor maupun pihak ketiga yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan sektor pariwisata. Namun, Gamalis menegaskan bahwa setiap investasi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam yang menjadi aset utama daerah.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak boleh mengorbankan ekosistem, terutama kawasan mangrove dan perairan yang selama ini menjadi identitas wisata Berau.

“Yang jelas pemerintah harus hadir, bahkan membuka peluang bagi pihak ketiga yang ingin berinvestasi, selama tidak mengganggu keaslian mangrove dan kemurnian laut kita,” tegasnya.

Dengan strategi promosi yang semakin luas serta dukungan pengembangan destinasi secara berkelanjutan, Pemkab Berau optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat. (ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan