TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni diperingati serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara. Di Polda Kaltara, seluruh personel mengikuti upacara dengan khidmat di Markas Polda Kaltara Kilometer 9, Senin (1/6/2026).
Peringatan Hari Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol Yusuf, menegaskan bahwa peringatan Hari Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya untuk diperingati setiap tahun. Nilai-nilainya harus hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari sebagai perekat persatuan bangsa,” kata Brigjen Pol Yusuf.
Pria yang menjabat Wakapolda Kaltara sejak akhir Maret Lalu menyebutkan bahwa sesuai amanat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’.
Yang artinya Pancasila telah terbukti mampu menjaga keutuhan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa.
Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia justru menjadi kekuatan besar untuk terus maju bersama.
“Keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Justru dengan saling menghormati dan menjaga persatuan, Indonesia bisa menjadi bangsa yang semakin kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
Nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan yang terkandung dalam Pancasila menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis, baik di dalam maupun luar negeri.
Brigjen Pol Yusuf juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Generasi muda adalah harapan bangsa. Jika nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong terus dijaga, Indonesia akan tetap kuat, damai, dan maju,” tutupnya. (Lia)












