BERAU – Jembatan gantung yang menjadi penghubung utama antara Kampung Gunung Sari dan Kampung Tepian Buah di Kecamatan Segah kini resmi beroperasi kembali setelah melalui proses revitalisasi. Jembatan sepanjang 110 meter itu diresmikan dengan nama Jembatan Merah Putih pada Kamis (23/4/2026),
Revitalisasi jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Polri melalui Polsek Segah bersama Pemerintah Kampung Gunung Sari. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting sebagai jalur mobilitas warga, termasuk bagi pelajar dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kapolsek Segah, AKP Lisinius Pinem, menyebutkan bahwa pemilihan jembatan ini sebagai objek revitalisasi karena fungsinya yang sangat strategis bagi mobilitas harian, terutama bagi kelompok rentan.
“Jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya para pelajar TK, SD, hingga SMP. Ini juga menjadi akses alternatif utama menuju ibu kota kecamatan,” ungkap AKP Lisinius Pinem. Kamis (23/4/2026)
Proses revitalisasi yang dimulai sejak 2 April 2026 lalu tersebut tidak hanya sekadar pengecatan. Tim di lapangan melakukan perbaikan struktural yang cukup signifikan untuk menjamin keamanan pengguna, meliputi:
Beberapa perbaikan jumbatan seperti Pengecoran di kedua sisi pangkal jembatan agar lebih kokoh. Penggantian papan ulin yang sebelumnya telah rusak atau lapuk. Perbaikan dua menara utama (pylon) jembatan sebagai penyangga kabel. Pengecatan pagar pengaman dengan corak merah putih.
Dengan lebar 2 meter, jembatan ini kini diklaim jauh lebih nyaman untuk dilintasi masyarakat dan menunjang aktivitas ekonomi lokal.
Kepala Kampung Gunung Sari, M. Jabir, menyambut baik selesainya pembangunan ini. Menurutnya, perhatian terhadap infrastruktur di wilayah pelosok sangat dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Harapan kami, keberadaan Jembatan Merah Putih ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat secara berkelanjutan,” ujar M. Jabir.
Acara peresmian yang berlangsung sejak pukul 09.15 Wita tersebut turut dihadiri oleh tokoh adat, Ketua BPK, aparat kampung, serta warga setempat yang antusias menyaksikan jembatan kebanggaan mereka kembali berfungsi maksimal.












