BERAU – Harapan menjadikan Berau sebagai gerbang wisata internasional masih tertahan di landasan. Di tengah geliat sektor pariwisata, rencana membuka rute penerbangan luar negeri melalui Bandara Kalimarau belum juga lepas landas.
Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menegaskan bahwa hingga kini bandara tersebut masih berstatus domestik. Artinya, penumpang yang hendak terbang ke luar negeri tak punya pilihan selain singgah lebih dulu di bandara berstatus internasional.
Salah satu pintu transit yang paling dekat adalah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan. Dari sana, barulah penerbangan internasional dapat diakses.
“Untuk sementara belum ada penerbangan internasional dari Kalimarau. Penumpang tetap harus transit di bandara internasional seperti SAMS Balikpapan,” ujar Patah, Sabtu, (18/04/26).
Di balik sederhana terdengarnya rencana “naik kelas” menjadi bandara internasional, tersimpan proses yang berlapis dan tidak singkat. Patah menjelaskan, perubahan status bandara bukan sekadar soal kesiapan operasional, melainkan keputusan strategis yang harus ditetapkan langsung oleh Menteri Perhubungan melalui keputusan resmi.
Tak hanya itu, ada serangkaian prasyarat yang wajib dipenuhi. Bandara harus memiliki terminal khusus untuk penerbangan internasional—lengkap dengan pemisahan arus penumpang domestik dan luar negeri. Selain itu, kawasan bandara juga harus ditetapkan sebagai wilayah kepabeanan.
Konsekuensinya, kehadiran sejumlah instansi menjadi mutlak: Bea Cukai untuk pengawasan barang, Imigrasi untuk lalu lintas orang, serta Karantina untuk memastikan keamanan hayati.
“Harus ada fasilitas terminal internasional dan penetapan kawasan kepabeanan, yang melibatkan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina,” kata Patah.
Di satu sisi, geliat wisata Berau dengan daya tarik seperti Kepulauan Derawan dan Labuan Cermin terus memantik optimisme. Namun di sisi lain, realitas infrastruktur dan regulasi masih menjadi batas yang belum terlampaui.
Untuk saat ini, ambisi membuka langit internasional dari Kalimarau masih menunggu satu hal: keputusan di tingkat pusat dan kesiapan bandara menjawab standar yang ditetapkan.












