TANJUNG REDEB – Dinas Pangan Kabupaten Berau saat ini tengah menyusun langkah untuk memperkuat stok pangan daerah. Berdasarkan data terbaru, cadangan pangan yang tersedia saat ini merupakan sisa dari alokasi tahun sebelumnya yang belum habis terpakai.
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, mengungkapkan bahwa stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) saat ini berjumlah kurang lebih 46 ton. Stok ini dialihkan ke tahun 2026 karena pada tahun lalu tidak seluruhnya terserap oleh masyarakat.
“Cadangan pangan kita saat ini kurang lebih 46 ton, itu peralihan dari sisa tahun lalu karena tidak terserap habis semua,” ujar Basri, Senin (6/4).
Terkait rencana kedepan, Basri menyebutkan adanya target pengadaan stok baru sebanyak 100 ton. Namun, rencana ini masih bergantung pada koordinasi dengan pihak Bulog di tingkat pusat.
Pihaknya masih menunggu keputusan resmi mengenai kepastian harga dari direksi Bulog Jakarta sebelum memulai proses pengadaan tersebut. Hal ini menjadi prosedur tetap dalam penguatan cadangan pangan di daerah.
Mengenai penyaluran, Basri menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi pengeluaran cadangan pangan untuk tahun berjalan. Hal ini dikarenakan mekanisme pengeluaran stok harus didasarkan pada adanya permintaan atau usulan dari masyarakat.
“Cadangan pangan kita itu kita keluarkan pada saat ada permintaan dari masyarakat,” jelas Basri.
Dalam hal distribusi, tantangan utama yang dihadapi adalah akses menuju kampung-kampung yang jauh. Kondisi cuaca seperti musim hujan seringkali membuat jalanan menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan logistik.
Selain faktor akses, bencana alam seperti banjir juga menjadi kendala distribusi sekaligus pemicu dikeluarkannya cadangan pangan. Jika terjadi banjir yang menghambat ketersediaan pangan warga, Dinas Pangan akan segera melakukan intervensi.
Dinas Pangan juga bekerja sama dengan bidang ketersediaan untuk memetakan wilayah mana saja yang masuk dalam kategori rentan rawan pangan. Pada tahun lalu, tercatat sebanyak 9,5 ton cadangan pangan telah disalurkan ke 11 kampung yang membutuhkan.
Basri berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor jika terjadi kondisi darurat seperti gagal panen, kebakaran, atau banjir. Sosialisasi mengenai fungsi CPPD ini akan terus ditingkatkan agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran saat terjadi krisis. (akti)












