TANJUNG REDEB — Upaya modernisasi layanan perpustakaan di Kabupaten Berau kembali dipacu melalui peningkatan kompetensi petugas pengelola arsip. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau menggelar pelatihan teknis penggunaan aplikasi INLISLite 3.2, sebuah sistem pengelolaan perpustakaan yang kini menjadi standar nasional.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, 19–20 November lalu, dan diikuti para petugas perpustakaan kampung maupun sekolah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto, yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pelayanan publik.
“Perpustakaan sekarang tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Pengelolaan harus cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat. Teknologi ini kami dorong agar benar-benar dimanfaatkan,” terang Sunarto dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, INLISLite 3.2 membantu petugas melakukan pencatatan koleksi, manajemen anggota, hingga sirkulasi peminjaman secara lebih terstruktur. Sistem ini juga memudahkan pelaporan dan pemetaan kebutuhan koleksi perpustakaan di tiap kampung.
“Tujuan kami sederhana: layanan perpustakaan semakin rapi, profesional, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari cara mengoperasikan aplikasi, tetapi juga dibekali materi teknis pengolahan buku mulai dari proses pengadaan, katalogisasi, hingga penataan koleksi di rak. Narasumber dari Dispusip Berau memandu peserta dengan praktik langsung agar seluruh tahapan dapat diterapkan di unit perpustakaan masing-masing.
Dengan adanya pelatihan ini, Dispusip Berau menargetkan peningkatan kualitas layanan perpustakaan di seluruh wilayah, khususnya kampung-kampung yang sedang memperkuat tata kelola arsip dan layanan literasi.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Berau mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik, termasuk dalam penyediaan akses informasi yang cepat, aman, dan terstandar. (adv)












