TANJUNG REDEB – Upaya mendorong pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan terus diperkuat Pemkab Berau. Salah satu kampung yang mulai menunjukkan perubahan nyata adalah Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur. Kampung ini mulai mengadopsi sistem pelayanan berbasis digital yang dinilai mampu memangkas waktu pengurusan administrasi masyarakat.
Terobosan tersebut diwujudkan melalui aplikasi Sindanta, sebuah platform layanan daring yang dirancang langsung oleh Pemerintah Kampung Tumbit Melayu. Aplikasi ini mulai diperkenalkan pada akhir 2023, dan kini menjadi andalan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.
Kepala Kampung Tumbit Melayu menceritakan bahwa sistem ini muncul dari kebutuhan warga akan pelayanan yang lebih praktis.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor kampung hanya untuk membuat satu surat. Dengan Sindanta, cukup buka ponsel, isi data, dan petugas akan memprosesnya,” ungkapnya.
Sindanta akronim dari Sistem Informasi Digital Mandiri Terpadu menghubungkan layanan internal kampung dengan situs resmi tumbitmelayu.id. Melalui platform tersebut, warga bisa mengakses sejumlah kebutuhan administrasi, termasuk pembuatan surat keterangan, permohonan data, hingga layanan informasi publik.
Menurut aparat kampung, perubahan ini membuat meja layanan menjadi lebih efisien. Mereka menyebut, antrean yang sebelumnya menumpuk kini berkurang drastis.
“Warga merasa lebih nyaman. Yang bekerja di luar kampung pun bisa mengurus surat tanpa harus pulang lebih dulu,” kata salah satu petugas pelayanan.
Pengembangan Sindanta juga mendapat dukungan dari Pemkab Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Digitalisasi ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah daerah untuk mempercepat penggunaan teknologi informasi hingga ke tingkat kampung.
Diskominfo berharap langkah Tumbit Melayu dapat menjadi inspirasi bagi kampung lain. Dengan sistem yang semakin modern, kualitas pelayanan publik diyakini akan meningkat, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun administrasi yang terbuka dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dengan hadirnya Sindanta, Tumbit Melayu membuktikan bahwa transformasi digital tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga bisa tumbuh dari kampung yang berkomitmen meningkatkan layanan untuk warganya. (adv)












