TANJUNG REDEB — Dinas Perkebunan (Disbun) Berau memperkuat pengawasan di sektor perkebunan sebagai tindak lanjut dari kebijakan nasional yang menekankan penataan ulang perizinan dan integrasi data industri sawit. Langkah ini ditempuh untuk memastikan tidak ada aktivitas perkebunan yang berjalan di luar aturan.
Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa pemerintah pusat menginginkan seluruh perusahaan perkebunan terdata jelas melalui SIPERIBUN dan beroperasi sesuai izin yang berlaku. Karena itu, daerah harus ikut memperketat pengawasan lapangan.
“Intinya, tidak boleh ada kebun yang berdiri tanpa legalitas. Kami di daerah wajib mengawal kebijakan ini,” tegasnya.
Menurut Lita, Disbun Berau telah membentuk tim pengawas yang diterjunkan secara berkala ke sejumlah wilayah perkebunan. Upaya ini untuk mengurai persoalan klasik yang selama ini menghambat tata kelola sektor tersebut, seperti sengketa batas lahan, kepatuhan perusahaan terhadap aturan, hingga produktivitas kebun yang tak sesuai standar.
Ia menegaskan bahwa pengecekan lapangan bukan ditujukan untuk menekan perusahaan, melainkan memastikan kepastian hukum serta menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.
“Setiap perusahaan harus beroperasi sesuai dokumen perizinan yang mereka miliki. Pengawasan ini bagian dari penataan sekaligus pencegahan,” ujarnya.
Lita juga menyoroti pentingnya penertiban kebun ilegal sebagai upaya mengurangi potensi konflik lahan dan memastikan petani plasma menerima hak sesuai ketentuan. Pemerintah daerah, katanya, menginginkan pengelolaan perkebunan yang lebih tertib, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selain pengawasan, Disbun juga mempercepat pembaruan data seluruh perusahaan perkebunan. Kelengkapan administrasi menjadi syarat mutlak sebelum data dikirim ke pusat.
“Tidak boleh ada perusahaan yang abai soal legalitas. Semua harus lengkap dan jelas,” tambahnya.
Dengan pengawasan yang lebih intensif dan penataan data yang lebih ketat, Lita yakin tata kelola perkebunan di Berau dapat berkembang lebih baik dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat sekitar.
“Target kami bukan hanya memperluas sektor perkebunan, tetapi memastikan industrinya berjalan tertib dan benar-benar berimbas pada petani,” pungkasnya. (ADV)












