TANJUNG REDEB — Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau mencatat pertumbuhan jumlah sambungan rumah (SR) sepanjang 2025. Meski mengalami peningkatan signifikan, perusahaan daerah tersebut masih dihadapkan pada persoalan ribuan sambungan yang tercatat tidak aktif.
Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, hingga 31 Desember 2025 jumlah sambungan rumah Perumda Batiwakkal mencapai 43.530 SR. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39.130 sambungan berstatus aktif, sementara 4.400 sambungan lainnya tercatat nonaktif.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan pelanggan menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Pada 2024, jumlah sambungan rumah tercatat sebanyak 39.716 SR.
Artinya, dalam kurun waktu satu tahun, terjadi penambahan sekitar 3.814 sambungan rumah atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,60 persen.
Kenaikan jumlah sambungan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan, khususnya dari sisi potensi pendapatan. Semakin banyak pelanggan yang terhubung dengan jaringan perpipaan, semakin besar pula peluang peningkatan penerimaan dari sektor penjualan air.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, keberadaan ribuan sambungan nonaktif menjadi catatan yang perlu mendapat perhatian manajemen.
Sebanyak 4.400 SR yang tidak aktif menunjukkan masih adanya pelanggan yang sebelumnya telah terhubung dengan layanan Perumda Batiwakkal, namun tidak lagi menggunakan layanan air perpipaan secara aktif.
Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pelanggan pindah tempat tinggal, perubahan kebutuhan, kendala teknis jaringan, hingga aspek pelayanan yang perlu dievaluasi.
Jumlah sambungan nonaktif juga menjadi potensi yang dapat dikaji kembali oleh perusahaan. Dengan melakukan pendataan dan evaluasi secara berkala, sambungan yang masih memiliki peluang untuk dipulihkan dapat kembali menjadi pelanggan aktif.
Selain menjaga pertumbuhan pelanggan baru, optimalisasi sambungan lama dinilai penting untuk memperkuat efisiensi operasional dan meningkatkan pemanfaatan infrastruktur air yang telah tersedia.
Manajemen Perumda Batiwakkal sebelumnya terus mendorong perluasan jaringan dan peningkatan kualitas pelayanan sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan layanan air bersih di Kabupaten Berau.
Pertumbuhan sambungan rumah sepanjang 2025 menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap sambungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara maksimal dan berkontribusi terhadap keberlanjutan perusahaan. (ADV)












