TANJUNG REDEB – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlangsung beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Berau memastikan layanan wifi gratis tetap dapat diakses masyarakat. Program ini disebut sebagai salah satu layanan dasar yang tidak bisa dihentikan begitu saja karena berkaitan langsung dengan kebutuhan publik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa meskipun jumlah titik wifi publik menurun, pemerintah tetap menjaga agar seluruh perangkat yang tersisa berfungsi dengan baik. Pada 2024, Berau memiliki lebih dari seribu titik wifi gratis. Namun tahun 2025 jumlahnya berkurang menjadi 487 titik, setelah dilakukan penyesuaian anggaran.
Menurut Didi, pengurangan tersebut bukan berarti layanan dipangkas, melainkan dilakukan untuk memastikan titik yang benar-benar dibutuhkan tetap mendapatkan dukungan penuh.
“Titiknya memang berkurang, tapi fungsinya tidak berubah. Kami pastikan yang tersisa tetap aktif dan bisa dipakai warga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa titik wifi yang dipertahankan adalah lokasi yang dianggap memiliki manfaat tinggi, seperti fasilitas layanan pemerintahan kampung, sekolah, puskesmas, hingga beberapa ruang publik yang sering digunakan warga untuk beraktivitas. Internet, kata Didi, sudah menjadi kebutuhan penting, terutama bagi daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan jaringan seluler.
“Kami fokus pada titik yang paling dibutuhkan. Yang penting manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Terkait rencana efisiensi anggaran pada 2026, Diskominfo menegaskan tidak akan ada penghentian layanan wifi yang sudah beroperasi. Anggaran pemeliharaan tetap disiapkan agar kualitas layanan tetap stabil meski tidak ada penambahan titik baru.
“Tidak ada layanan yang akan dihentikan. Kami tetap memelihara semua titik yang tersedia,” tegas Didi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan titik wifi baru tidak menjadi prioritas tahun depan. Pemerintah memilih menjaga kualitas jaringan yang sudah ada agar tidak terjadi penurunan layanan akibat keterbatasan dana.
“Lebih baik mempertahankan yang ada agar benar-benar optimal, daripada menambah titik baru tapi tidak mampu merawatnya,” jelasnya.
Didi juga mengajak masyarakat memanfaatkan wifi gratis secara bijaksana, terutama untuk kebutuhan pendidikan, pelayanan publik, dan aktivitas produktif lainnya. Ia menyebut bahwa keberadaan internet kini sudah menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong transformasi digital di Berau.
“Internet adalah sarana penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Kami ingin masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan pemerintah tanpa hambatan,” pungkasnya.












