TANJUNG REDEB — Perumda Air Minum Batiwakkal Berau mencatat peningkatan kinerja sepanjang 2025. Namun, capaian tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan manajemen.
Berdasarkan hasil evaluasi mandiri perusahaan, Batiwakkal memperoleh nilai kumulatif sebesar 3,95 dengan kategori sehat. Nilai tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 3,91.
Meski menunjukkan tren positif, capaian itu belum memenuhi target internal perusahaan. Dalam rencana kinerja 2025, Batiwakkal menargetkan skor evaluasi sebesar 4,03.
Evaluasi kinerja tersebut dilakukan berdasarkan empat indikator utama, yakni aspek keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia (SDM). Keempat aspek tersebut menjadi tolok ukur dalam melihat tingkat kesehatan dan kemampuan perusahaan daerah dalam menjalankan fungsi pelayanan air minum.
Dari sisi keuangan, Batiwakkal mencatat perbaikan kinerja dengan skor meningkat dari 0,830 pada 2024 menjadi 0,920 pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan adanya perbaikan pada kondisi keuangan perusahaan setelah sebelumnya mengalami tekanan kinerja.
Pada aspek pelayanan, skor juga mengalami kenaikan cukup signifikan, dari 0,890 menjadi 1,025. Perbaikan ini sejalan dengan berbagai upaya perusahaan dalam meningkatkan akses layanan, memperluas jaringan distribusi, serta menambah jumlah pelanggan.
Namun, tidak seluruh indikator mengalami peningkatan. Aspek operasional justru mengalami penurunan, dari 1,480 pada 2024 menjadi 1,415 pada 2025.
Penurunan serupa terjadi pada aspek sumber daya manusia. Skor SDM turun dari 0,710 menjadi 0,590. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya memperkuat kapasitas internal perusahaan.
Dalam laporan evaluasi, perusahaan merekomendasikan sejumlah langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja pada periode berikutnya. Beberapa di antaranya adalah memperluas cakupan pelayanan air bersih, meningkatkan pertumbuhan pelanggan, memperbaiki akurasi pencatatan konsumsi air, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan.
Perbaikan pencatatan pemakaian air menjadi salah satu perhatian penting mengingat akurasi meter pelanggan berpengaruh terhadap tingkat kehilangan air dan pendapatan perusahaan.
Manajemen juga didorong untuk memperkuat sistem pengelolaan internal agar peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan kondisi operasional dan sumber daya manusia.
Dengan skor 3,95, Batiwakkal masih mempertahankan predikat sehat. Namun, capaian tersebut menunjukkan masih adanya ruang perbaikan agar kinerja perusahaan dapat mendekati target dan memenuhi standar pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat Berau.












