BERAU – Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau memastikan kebijakan penyesuaian tarif air minum bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, melainkan sebagai upaya menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menjelaskan penyesuaian tarif tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan menuju pemenuhan biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR). Dengan skema tersebut, pendapatan perusahaan diharapkan mampu menutup kebutuhan operasional, pemeliharaan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas layanan.
Menurut Saipul, rencana penyesuaian tarif sebenarnya telah disusun sejak 2022. Namun, penerapannya baru dapat dilakukan setelah adanya keputusan Bupati Berau Sri Juniarsih pada 24 Juli 2026.
“Penyesuaian tarif ini dilakukan untuk menutupi kebutuhan operasional perusahaan sekaligus memenuhi biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR),” ujar Saipul.
Ia menyebut, tarif air minum di Kabupaten Berau belum mengalami perubahan selama kurang lebih 15 tahun. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu melakukan evaluasi agar biaya operasional tetap seimbang dengan kemampuan keuangan perusahaan.
“Selama ini tarif yang berlaku belum mengikuti perkembangan kebutuhan operasional. Sementara biaya produksi, pemeliharaan jaringan, hingga kebutuhan pelayanan terus mengalami perubahan,” jelasnya.
Meski demikian, Saipul memastikan penyesuaian tarif tidak diberlakukan secara merata dengan besaran yang sama kepada seluruh pelanggan. Perumda Batiwakkal menerapkan tahapan penyesuaian berdasarkan kelompok pelanggan dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing kategori.
“Tidak semua pelanggan mengalami penyesuaian dengan angka yang sama. Ada pengelompokan sesuai kategori pelanggan dan penerapan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Tarif baru mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026. Untuk pelanggan umum lainnya, penyesuaian akan mengikuti pola pemakaian pada Oktober 2026 yang kemudian dibayarkan pada November 2026.
Saipul menegaskan, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan jangka panjang. Dengan kondisi keuangan yang lebih sehat, Perumda Batiwakkal dapat menjaga kontinuitas produksi air bersih, memperluas cakupan pelayanan, serta melakukan perbaikan terhadap jaringan distribusi.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui penerapan tarif berbasis kebutuhan operasional tersebut, Perumda Batiwakkal berharap perusahaan dapat semakin mandiri sekaligus mampu menjawab tantangan pelayanan air bersih di Kabupaten Berau yang terus berkembang.












