BERAU – Pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi salah satu langkah yang didorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran, Kamis (22/10/2026).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta pemerintah kampung tidak hanya mengandalkan bantuan dari kabupaten, tetapi juga mulai memperkuat sumber pendapatan dari potensi wilayah masing-masing.
Menurut Gamalis, setiap kampung memiliki karakteristik dan keunggulan yang bisa dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang konsisten agar tidak berhenti sebagai sumber daya yang belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia mendorong aparat kampung lebih aktif melihat peluang yang dapat dikembangkan, termasuk melalui penguatan produk unggulan dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif.
“Ini terus kita dorong supaya setiap pembangunan di tingkat kampung tidak lagi menunggu kucuran dari kabupaten,” ungkapnya.
Gamalis juga menilai masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengembangan ekonomi kampung. Kreativitas warga harus didukung agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Pemberdayaan masyarakat ini penting supaya masyarakat juga bisa mandiri dan kreatif dalam mengembangkan produk yang ada,” jelasnya.
Dorongan tersebut muncul ketika pemerintah kabupaten menghadapi keterbatasan alokasi anggaran untuk menjalankan berbagai program unggulan. Gamalis mengakui, kondisi keuangan yang tersedia mengharuskan pemerintah melakukan penyesuaian terhadap rencana pelaksanaan program.
Artinya, sejumlah program tetap diupayakan berjalan, tetapi realisasinya harus mempertimbangkan kemampuan anggaran dan kemungkinan dilakukan secara bertahap.
“Jadi tetap jalan, hanya kita pasti akan menyesuaikan lagi dengan anggaran. Sehingga sifatnya juga mungkin nanti bertahap,” terangnya.
Dalam situasi tersebut, pemerintah kampung diharapkan tidak hanya menunggu kepastian dukungan anggaran, melainkan turut mencari alternatif yang realistis untuk menopang kebutuhan pembangunan. Meski demikian, upaya mengatasi keterbatasan fiskal tetap membutuhkan peran pemerintah kabupaten.
Gamalis menegaskan, pihaknya juga akan mencari solusi agar program yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai kemampuan daerah.
“Tentu ini bukan hanya pemerintah kampung. Kita di kabupaten juga pasti akan mencari solusi terbaik untuk menuntaskan semua program itu,” tandasnya.
Penguatan ekonomi kampung pun menjadi pekerjaan yang membutuhkan kesinambungan, mulai dari pemetaan potensi, keterlibatan masyarakat, hingga pengelolaan hasilnya. Dengan langkah tersebut, potensi unggulan diharapkan tidak sekadar menjadi identitas setiap kampung, tetapi mampu berkontribusi terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.












