Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Diskoperindag Berau Dorong Perajin Berau Naik Kelas Lewat Sertifikat Halal

ZonaTV
22
×

Diskoperindag Berau Dorong Perajin Berau Naik Kelas Lewat Sertifikat Halal

Sebarkan artikel ini
5209020b manfaat sertifikasi halal

TANJUNG REDEB – Upaya memantik pasar baru bagi produk lokal kembali digencarkan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau. Tidak hanya menyasar sektor makanan dan minuman, dinas ini mulai membuka ruang pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha non pangan, termasuk perajin batik dan tenun.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan tren global kini bergerak ke arah produk halal yang lebih luas, bukan lagi sebatas konsumsi. Tekstil, fesyen, hingga kerajinan berbahan kain ikut terdorong memenuhi standar tersebut.

“Beberapa negara tujuan ekspor sudah mensyaratkan sertifikasi halal untuk produk non pangan, termasuk tekstil. Ini peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha kita,” ujar Eva.

Hingga kini belum ada perajin di Berau yang mengajukan sertifikasi halal untuk produk tekstil. Namun Diskoperindag memastikan siap memberikan pendampingan penuh bagi UMKM yang berminat, terutama mereka yang selama ini memproduksi batik maupun tenun khas daerah.

Menurut Eva, sertifikasi halal untuk tekstil memerlukan proses pemeriksaan yang lebih rinci. Auditor perlu menelusuri bahan baku, pewarna, hingga zat kimia yang digunakan pada tahap produksi. Semua komponen wajib dipastikan bebas dari unsur haram.

“Kami sudah berdiskusi dengan BPJPH. Secara teknis sangat memungkinkan. Pemeriksaannya memang lebih kompleks, tetapi bukan sesuatu yang sulit ditempuh,” kata dia.

Eva menilai para pelaku UMKM batik dan tenun di Berau relatif siap. Banyak dari mereka pernah mengikuti proses administrasi pendampingan dari lembaga perbankan maupun instansi lain, sehingga tidak asing dengan alur verifikasi.

“Kami optimistis prosesnya bisa berjalan lancar. Jika mereka berhasil mendapatkan sertifikasi halal, nilai jualnya tentu meningkat. Pasarnya bukan hanya nasional, tapi bisa menembus ekspor,” ucapnya.

Saat ini fokus pendampingan Diskoperindag masih tertuju pada sektor kuliner, sebagai salah satu penyokong ekonomi terbesar di Kabupaten Berau. Namun perluasan ke produk non pangan disebut perlu dilakukan untuk menjawab tuntutan pasar yang semakin sensitif terhadap aspek kehalalan.

“Label halal bukan sekadar legalitas, tapi memberi rasa aman dan kepercayaan bagi konsumen. Kami ingin UMKM Berau benar-benar punya daya saing,” kata Eva menegaskan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan