Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
ADV PERUMDA PDAM

Dari Rugi Rp4,66 Miliar Jadi Untung, Batiwakkal Tunjukkan Perbaikan Kinerja Keuangan

ZonaTV
3252
×

Dari Rugi Rp4,66 Miliar Jadi Untung, Batiwakkal Tunjukkan Perbaikan Kinerja Keuangan

Sebarkan artikel ini
9943909e a7e0 4211 8568 76983ba4a82f

TANJUNG REDEB — Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau mencatat kinerja keuangan yang membaik sepanjang 2025. Meski demikian, perusahaan daerah tersebut masih menghadapi tantangan dalam mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, realisasi pendapatan Perumda Batiwakkal pada 2025 tercatat sebesar Rp86,50 miliar. Angka tersebut baru mencapai sekitar 70 persen dari target yang diproyeksikan dalam RKAP sebesar Rp123,40 miliar.

Dengan capaian tersebut, terdapat selisih sekitar Rp36,9 miliar antara target dan realisasi pendapatan. Kesenjangan ini berasal dari belum optimalnya penerimaan dari sektor pendapatan air, non-air, maupun pendapatan non-usaha yang menjadi sumber pemasukan perusahaan.

Manajemen Perumda Batiwakkal dalam laporan tahunannya menyebut salah satu faktor yang memengaruhi tidak tercapainya target pendapatan adalah belum terlaksananya penyesuaian tarif air minum selama 2025.

Padahal, penyesuaian tarif telah menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat kemampuan keuangan, terutama dalam menjaga keberlanjutan operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung pemenuhan biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR).

Kondisi tersebut membuat pendapatan yang diterima perusahaan belum sesuai dengan proyeksi awal. Karena itu, manajemen menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap metode penyusunan target pendapatan agar perencanaan keuangan lebih realistis dan mampu menggambarkan kondisi operasional perusahaan.

“Perbedaan antara target dan realisasi menjadi catatan penting dalam penyusunan rencana kerja ke depan. Evaluasi diperlukan agar proyeksi pendapatan dapat disusun lebih akurat sesuai kondisi lapangan,” demikian poin evaluasi dalam laporan tahunan perusahaan.

Meski tidak mencapai target pendapatan, kinerja keuangan Batiwakkal menunjukkan tren positif dari sisi profitabilitas. Perusahaan berhasil mencatat laba sebesar Rp1,53 miliar pada 2025, setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp4,66 miliar pada 2024.

Perubahan tersebut menjadi indikator adanya perbaikan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Efisiensi operasional, pengendalian biaya, serta peningkatan kinerja internal disebut menjadi bagian dari upaya manajemen dalam memperbaiki kondisi keuangan.

Namun, capaian laba tersebut masih dibayangi pekerjaan rumah untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat struktur keuangan perusahaan. Apalagi, sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak pada layanan dasar, Perumda Batiwakkal dituntut tidak hanya mampu menjaga kesehatan bisnis, tetapi juga memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Ke depan, perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan jumlah pelanggan, mengoptimalkan pendapatan non-air, memperbaiki efisiensi, serta memastikan kebijakan tarif dapat mendukung keberlangsungan operasional tanpa membebani masyarakat.

Perbaikan kinerja 2025 menjadi modal awal bagi Batiwakkal untuk memperkuat fondasi keuangan. Namun, kemampuan mengejar target pendapatan tetap menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan transformasi perusahaan daerah tersebut. (adv)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan