TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau terus menancapkan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat menggeber Program Koperasi Merah Putih (MP) dengan target membentuk koperasi yang tangguh dan profesional.
Hingga kini, tercatat 109 koperasi Merah Putih sudah terbentuk, termasuk partisipasi terbaru dari Kampung Batu Rajang dan Apau Indah. Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyebut pencapaian ini sebagai momentum emas.
“Peluncuran 80.000 koperasi Merah Putih secara nasional menjadi tonggak penting. Berau ikut ambil bagian dengan 109 koperasi. Ini bukan soal jumlah, tapi bagaimana koperasi bisa jadi motor ekonomi di kampung dan kelurahan,” ujarnya.
Program ini kini memasuki tahap kedua, yang fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi pengurus koperasi. Eva menekankan, fase ini menitikberatkan pada pembenahan internal dan pelatihan manajerial agar pengurus mampu mengelola koperasi secara sehat dan transparan.
“Para pengurus akan dibekali pemahaman mengenai pengelolaan koperasi modern, mulai dari administrasi hingga strategi pengembangan usaha,” tambahnya.
Untuk pendanaan, Eva menegaskan bahwa kewenangan analisis proposal dan pencairan dana berada di tangan bank Himbara, dengan nilai anggaran berkisar antara Rp3 hingga Rp5 miliar per koperasi. Diskoperindag hanya memfasilitasi, sementara bank yang menilai kelayakan modal.
Meski begitu, Eva optimistis dengan kualitas pengurus koperasi di Berau. Menurutnya, mereka adalah individu kompeten yang siap dibimbing untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.
“Pengurus koperasi kita punya kapasitas. Yang dibutuhkan hanya pendampingan dan pemahaman agar koperasi ini bisa berkembang dan memberi manfaat nyata bagi ekonomi kampung,” pungkasnya.
Dengan dorongan ini, Berau berharap koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mesin penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (adv)












