Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Zona.my.id PT Zona Nyaman Indonesia
Get
Example floating
Example floating
DISKOMINFO BERAU

Cokelat Merasa, Rasa Unik dari Pedalaman Kelay yang Mulai Tembus Pasar Nasional

ZonaTV
75
×

Cokelat Merasa, Rasa Unik dari Pedalaman Kelay yang Mulai Tembus Pasar Nasional

Sebarkan artikel ini
01863d76 mengambil manfaat cokelat untuk kesehatan

KELAY – Kekayaan sumber daya alam Kabupaten Berau kembali memperlihatkan potensi barunya. Dari Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, muncul produk cokelat lokal yang mulai mendapat perhatian, bukan hanya dari masyarakat sekitar, tetapi juga wisatawan hingga konsumen luar daerah.

Cokelat khas Kampung Merasa ini dikenal unik. Aromanya membawa jejak vanilla, sementara rasanya menyisakan sensasi pedas ringan—kombinasi yang jarang ditemui pada olahan cokelat lokal.

Irmaya Badawe, salah satu pengelola Cokelat Merasa, menjelaskan bahwa bahan baku produk tersebut berasal dari biji kakao hasil budidaya kelompok tani setempat. Biji-biji terbaik dikirim ke Pipiltin Cocoa untuk fragmentasi, sementara sisa pilihan lain diolah menjadi produk khas Merasa.

“Untuk grade A kami kirim ke Pipiltin. Yang lainnya itu diolah di sini menjadi Cokelat Merasa,” kata Irmaya.

Produksi cokelat ini berkembang cukup pesat. Salah satu kafe di Tanjung Redeb, Milky Way Cafe, telah menggunakan cokelat Merasa untuk menu mereka. Selebihnya, produk ini dikelola sebagai usaha rumahan oleh kelompok ibu-ibu di kampung.

Pangsa pasarnya pun mulai meluas. Cokelat Merasa telah menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, tamu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga masyarakat lokal.

Produk ini bisa dipesan secara daring, meski pemasarannya masih terbatas di wilayah Berau. Kendalanya, cokelat ini diproduksi tanpa bahan pengawet sehingga kurang cocok untuk pengiriman jarak jauh melalui ekspedisi. Namun, bukan berarti tak pernah keluar daerah.

“Walaupun belum dikirim lewat ekspedisi, cokelat ini sudah sampai ke Jakarta. Biasanya dibawa langsung oleh pembeli,” ujar Irmaya.

Dalam sebulan, produksi Cokelat Merasa mampu mencapai 10 hingga 20 kilogram. Produk ini dapat bertahan hingga tiga bulan, selama penyimpanan dilakukan dengan baik.

Meski potensinya besar, dukungan pemerintah dinilai masih minim. Selama ini, pengolahan Cokelat Merasa baru dibantu Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Pokdarwis.

“Kami berharap pemerintah bisa benar-benar memberi dukungan. Setidaknya ada rumah produksi atau rumah kemas khusus untuk Cokelat Merasa,” ujar Irmaya.

Dengan kekhasan rasa dan potensi pasar yang terus tumbuh, Cokelat Merasa bisa menjadi salah satu ikon baru industri kreatif berbasis pangan di Berau—asal mendapat penguatan dari pemerintah daerah.

(ADV)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan